Dinkes DIY Siapkan Vaksin HPV untuk Anak 11 Tahun

Aa1wr73g
Aa1wr73g

Yogyakarta – Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang mempersiapkan pelaksanaan imunisasi human papillomavirus (HPV) bagi anak usia 11 tahun. Tujuan dari program ini adalah sebagai langkah pencegahan dini terhadap kanker serviks. Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan RI yang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2027.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa saat ini rencana pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun masih dalam tahap sosialisasi. “Program untuk anak laki-laki masih dalam proses penggodokan, persiapan, dan sosialisasi,” ujar Anung di Yogyakarta.

Saat ini, pelaksanaan imunisasi HPV di DIY lebih fokus pada anak perempuan serta perempuan usia subur. Anung menjelaskan bahwa vaksinasi ini bertujuan untuk mencegah infeksi human papillomavirus, yang menjadi salah satu faktor risiko utama kanker serviks.

Dinkes DIY telah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota dan memastikan ketersediaan stok vaksin dalam kondisi aman. Pemberian vaksin HPV pada anak usia 11 tahun dilakukan sebagai bentuk pencegahan sejak dini, sebelum terjadinya paparan infeksi. Pada kelompok usia ini, imunisasi dapat diberikan tanpa perlu pemeriksaan awal seperti tes IVA maupun Pap smear.

Untuk perempuan usia dewasa yang hendak menerima vaksin HPV, dipastikan terlebih dahulu tidak terdapat tanda-tanda kanker serviks melalui pemeriksaan kesehatan. Hal ini dilakukan agar penanganan dapat segera diberikan apabila ditemukan kelainan.

Anung menegaskan bahwa imunisasi merupakan bagian dari strategi pencegahan pemerintah untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks, yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan.

Strategi Nasional Pencegahan Kanker Serviks

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah akan memperluas cakupan imunisasi HPV dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional pencegahan kanker serviks yang selama ini lebih dikenal menyerang perempuan.

Kementerian Kesehatan menilai vaksinasi sejak usia dini penting untuk memutus rantai penularan human papillomavirus sekaligus menekan angka kejadian kanker serviks di Indonesia. “Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa membawa penyakitnya ke pasangan,” ujar Budi pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta.

Manfaat Imunisasi HPV

Imunisasi HPV memiliki beberapa manfaat utama, antara lain:

  • Mencegah infeksi human papillomavirus yang dapat menyebabkan kanker serviks.
  • Memutus rantai penularan virus HPV dari individu ke individu lain.
  • Menurunkan risiko kanker serviks dan penyakit lain yang terkait dengan virus ini.

Tantangan dalam Pelaksanaan

Meskipun program ini sangat penting, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam pelaksanaannya. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi HPV.
  • Ketersediaan vaksin yang cukup dan stabil.
  • Kesiapan tenaga medis dalam memberikan vaksin dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Persiapan yang Dilakukan

Dinkes DIY telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan imunisasi HPV. Beberapa persiapan tersebut mencakup:

  • Sosialisasi ke kabupaten/kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
  • Memastikan ketersediaan vaksin dalam jumlah yang cukup.
  • Melatih tenaga medis dalam pemberian vaksin dan pendampingan.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan program imunisasi HPV dapat berjalan lancar dan efektif dalam mencegah kanker serviks di kalangan masyarakat.

Pos terkait