Dinkes Kota Malang Temukan Takjil Berbahaya Mengandung E. Coli dan Rhodamin B

Pemeriksaan Makanan Mengandung Zat Berbahaya 24032023 Ds 2 1 1
Pemeriksaan Makanan Mengandung Zat Berbahaya 24032023 Ds 2 1 1

Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan di Pasar Takjil Kota Malang

Pengawasan keamanan pangan di pasar-pasar takjil kian diperketat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, terutama menjelang bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan mengingat maraknya aktivitas jual beli makanan takjil yang berpotensi membahayakan kesehatan jika tidak diawasi dengan baik.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kota Malang, drg M Zamroni, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan Puskesmas dan tenaga sanitarian di tingkat bawah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa makanan yang dijual sesuai dengan standar higiene dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

“Saat Ramadhan banyak berdiri pasar takjil. Sebagai konsumen, masyarakat perlu memperhatikan aspek kesehatan,” ujarnya. “Karena itu kami lakukan pengecekan di berbagai titik.”

Pemeriksaan dilakukan sejak 18 Februari hingga 1 Maret 2026 di 19 pasar takjil. Selama periode tersebut, petugas telah memeriksa ratusan jenis makanan. Berikut beberapa hasil pemeriksaan:

  • E. Coli: 101 sampel diperiksa, ditemukan 10 sampel mengandung bakteri E. Coli yang tidak memenuhi persyaratan atau sekitar 9,9 persen.
  • Boraks: 73 sampel diperiksa, hasil negatif.
  • Formalin: 72 sampel diperiksa, hasil negatif.
  • Rodhamin B: 69 sampel diperiksa, ditemukan 4 sampel positif.
  • Metanil Yellow: 25 sampel diperiksa, hasil negatif.

Zamroni menjelaskan bahwa E. Coli bisa menyebabkan keracunan, meskipun jenis E. Coli 0157 yang dapat menyebabkan diare berdarah tidak ditemukan. Sementara itu, rodhamin B merupakan zat pewarna sintetis yang seharusnya digunakan untuk tekstil, bukan pangan. Konsumsi jangka panjang zat ini berpotensi memicu kanker, merusak ginjal, serta mengganggu sistem pernapasan.

Tips Mengenali Makanan Tidak Aman

Masyarakat juga diajarkan untuk lebih waspada dalam memilih makanan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Warna yang mencolok atau tidak wajar.
  • Bau yang aneh.
  • Bentuk makanan yang terlalu menarik namun tidak lazim.

Selain itu, dalam proses pengawasan, petugas bahkan melakukan uji organoleptik dengan mencicipi sampel secara langsung sebelum diuji laboratorium. Terhadap pedagang yang produknya dinyatakan tidak memenuhi syarat, Dinkes Kota Malang melakukan pendekatan persuasif berupa edukasi keamanan pangan serta meminta penggantian bahan dengan yang lebih aman.

“Kami sampaikan ke penjual, lalu kami edukasi. Setelah itu akan kami periksa ulang untuk memastikan edukasi berjalan,” tegas Zamroni.

Pengawasan ini akan terus berlangsung hingga berakhirnya aktivitas pasar takjil selama Ramadhan. Selain pengawasan lapangan, Dinkes Kota Malang juga melakukan pembinaan kepada para penjaja makanan, termasuk pelaku usaha restoran dan dapur SPPG. Mereka dilatih sebagai penjamah makanan agar memahami standar higiene dan sanitasi.

Peran Masyarakat dalam Memastikan Keamanan Pangan

Rahmawati, warga Pandanwangi yang pernah membeli jajanan takjil di Jalan Sulfat, menjelaskan bahwa ia sangat berhati-hati dalam memilih makanan di pasar. Ia tidak membeli makanan yang warnanya mencolok.

“Memang yang saya tahu sejauh ini kalau warnanya mencolok itu patut diwaspadai,” ujarnya. Untuk memastikan keamanan, Rahmawati seringnya membeli makanan yang dikukus ataupun dibakar. Pilihannya banyak di pasar takjil, yang dikukus bisa berupa ubi jalar, sedangkan yang dibakar bisa ayam atau ikan.

“Tapi kalau gorengan seperti pisang goreng, singkong goreng, saya pikir sudah wajar dan patut dibeli juga,” imbuhnya. Sebagai konsumen, Rahmawati juga ingin mendapatkan edukasi mengenali makanan tidak sehat dari bentuk atau aromanya.

Sejauh ini, ia tidak pernah mendapatkan edukasi seperti itu melalui sosialisasi baik di tingkat RT maupun kelurahan. “Sejauh ini baca-baca sendiri di internet, kalau sosialisasi langsung belum pernah,” ujar Rahmawati.


Pos terkait