Dino Patti Djalal Puji Keputusan Prabowo Tidak Bayar BoP US$1 Miliar

Aa1wjrpy 1
Aa1wjrpy 1

Apresiasi terhadap Kebijakan Presiden Prabowo dalam KTT Board of Peace

Eks Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, memberikan apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto dalam KTT Board of Peace (BoP) yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026). Dalam pernyataannya, Dino menyampaikan bahwa Presiden tidak mengumumkan kontribusi sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp16,8 triliun untuk menjadi anggota permanen BoP.

Menurut Dino, keputusan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak perlu terlalu ambisius dalam memperoleh status anggota tetap BoP. Ia juga menekankan pentingnya menjaga opsi keluar dari BoP jika terjadi penyelewengan misi organisasi tersebut.

“Peran sumbang pasukan penjaga perdamaian sudah cukup,” ujar Dino melalui akun media sosialnya.

Kejelasan Pemerintah Terkait Pasukan Perdamaian

Dalam konteks pasukan penjaga perdamaian, Dino menyarankan pemerintah memberikan kejelasan apakah pasukan asal Indonesia di Gaza akan menggunakan helm biru seperti yang digunakan oleh Pasukan Perdamaian PBB.

“Kalau tidak, ini berarti pertama kalinya pasukan perdamaian Indonesia tidak menggunakan blue helmets dan perlu dijelaskan kepada publik kenapa,” kata dia.

Keterbatasan Peran Indonesia di BoP

Di sisi lain, Dino mengingatkan adanya keterbatasan peran Indonesia dalam BoP. Ia menyoroti kelemahan BoP serta risiko bahwa organisasi ini bisa menjadi stagnan bahkan ambruk.

“Karena kepentingan dan visi anggotanya termasuk Trump dan Netanyahu masih berbeda-beda dan pasti akan mengalami benturan yang sulit dijembatani,” ujar Dino.

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF

Sebelumnya, diberitakan bahwa Indonesia resmi ditunjuk sebagai wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) di Gaza.

Mayor Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Jasper Jeffers, yang ditunjuk sebagai Komandan ISF, menyatakan Indonesia telah menerima tawaran posisi strategis tersebut. Hal ini disampaikan saat KTT perdana Board of Peace (BoP) di US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

“Saya ingin mengumumkan, saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF,” kata Jeffers.

Dia menyebutkan, ada lima negara pertama yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF. Kelima negara itu adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

Apa Itu Pasukan ISF yang Diumumkan Board of Peace?

Pasukan ISF merupakan bagian dari inisiatif Board of Peace untuk menciptakan stabilitas di wilayah konflik. Dalam perannya, ISF akan bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian yang lebih fleksibel dibandingkan PBB.

Indonesia, sebagai wakil komandan ISF, memiliki peran penting dalam koordinasi operasional pasukan internasional di Gaza. Meski demikian, Dino Patti Djalal tetap menekankan pentingnya menjaga kebijakan luar negeri yang jelas dan independen.

Pos terkait