Dinskes himbauan penanganan TBC Kabupaten Serang perlu kolaborasi

1715444496
1715444496

TBC di Kabupaten Serang Masih Tinggi, Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Kasus Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Serang masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Meskipun demikian, penanganan atau eliminasi TBC tidak bisa dilakukan hanya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) saja. Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Efrizal, pemerintah pusat memerintahkan daerah untuk memberantas TBC dengan pendekatan keroyokan atau bersama-sama.

“Sekarang mereka mau audit sejauh mana daerah memberantas penyakit TBC ini. Memang leading sektornya dinkes, namun TBC ini penyebarannya sangat cepat jadi harus bersama-sama,” ujar Efrizal kepada Kabar Banten, Kamis 26 Februari 2026.

Efrizal menjelaskan bahwa TBC dapat menyerang siapa saja, baik yang miskin maupun kaya. Penyebarannya juga bisa terjadi di berbagai tempat, seperti sekolah, tempat kerja, dan lainnya. Oleh karena itu, dalam pemberantasan TBC, ada sembilan hal yang harus diselesaikan dan tentu perlu dilakukan secara bersama-sama.

“Kalau orang kurang mampu yang kena, berarti harus bersama Dinsos. Penyebarannya di sekolah berarti harus sama Dindikbud. Sekarang garis besarnya kalau tidak salah ada sembilan item yang harus kita selesaikan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan membentuk tim eliminasi TBC yang didalamnya terdiri dari beberapa dinas agar arah percepatan penuntasannya lebih akurat dan terarah.

“Banyak dinas nantinya terlibat supaya eliminasi TBC juga cepat dituntaskan,” ujarnya.

Pendekatan Kolaboratif dalam Pemberantasan TBC

Menurut Efrizal, jumlah kasus TBC di Kabupaten Serang cukup tinggi. Namun, penanganannya sudah dilakukan mulai dari pendeteksian dini hingga pengobatan.

“Kasusnya cukup tinggi, jadi nanti seperti tadi fokusnya harus bareng-bareng dulu dan yang diutamakan sekarang itu bagaimana mendeteksi dini,” tambahnya.

Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi TBC. Beberapa langkah penting yang dilakukan antara lain:

  • Pendeteksian Dini: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala TBC dan melakukan pemeriksaan dini untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
  • Pengobatan Terpadu: Memastikan pasien menerima pengobatan yang tepat dan lengkap sesuai protokol medis.
  • Koordinasi Lintas Sektor: Melibatkan berbagai instansi seperti Dinsos, Dindikbud, dan instansi lainnya untuk mencakup semua aspek penyebaran TBC.

Peran Masyarakat dalam Pemberantasan TBC

Selain upaya pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam pencegahan dan pemberantasan TBC. Masyarakat diharapkan untuk:

  • Meningkatkan Kesadaran: Memahami gejala TBC dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala-gejala tertentu.
  • Membiasakan Hidup Sehat: Meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan nutrisi yang cukup.
  • Mendukung Program Pemerintah: Ikut serta dalam program pemeriksaan dan pengobatan TBC yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski telah ada langkah-langkah yang dilakukan, tantangan tetap ada dalam pemberantasan TBC. Salah satu tantangan utama adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah dan akses layanan kesehatan yang belum merata.

Namun, Efrizal optimis bahwa dengan pendekatan kolaboratif dan partisipasi aktif masyarakat, angka kasus TBC di Kabupaten Serang dapat dikurangi secara signifikan.

“”

Dengan adanya tim eliminasi TBC yang terbentuk dan kerja sama lintas sektor, diharapkan TBC dapat segera diminimalisir dan akhirnya diberantas sepenuhnya.

Pos terkait