Direktur RSUD Pontianak Tertahan di Jeddah, Tiba-Tiba Dibatalkan ke Bandara

Rsud Pontianak Pontianak Kemenkes 1
Rsud Pontianak Pontianak Kemenkes 1

Kondisi Jamaah Umrah yang Tertahan di Jeddah

drg. Nuzulisa, Direktur RSUD Pontianak Utara, mengungkapkan pengalamannya saat menunaikan ibadah Umrah bersama suaminya menggunakan paket Ramadan dari salah satu travel. Ia dan rombongan berangkat dari Jakarta pada tanggal 21 Februari 2026, dengan rencana kepulangan ke Tanah Air pada tanggal 1 Maret lalu melalui Bandara Jeddah.

Pada hari tersebut, ia dan rombongan sedang dalam perjalanan menuju bandara dari Kota Madinah ketika menerima kabar pembatalan penerbangan. Pihak travel kemudian memutuskan untuk menginapkan rombongan di hotel dekat Bandara Jeddah agar lebih mudah dalam mobilisasi jika terjadi perubahan jadwal penerbangan.

Penerbangan yang digunakan oleh drg. Nuzulisa adalah maskapai Air Arabia dengan rute transit Sharjah-Abu Dhabi. Meskipun pada hari yang sama masih ada penerbangan langsung Jeddah-Jakarta yang berangkat, semua kursi telah penuh hingga tanggal 3 Maret 2026. Oleh karena itu, mereka masih menunggu jadwal penerbangan kembali dari maskapai tersebut.

Drg. Nuzulisa memastikan bahwa kondisi di Tanah Suci tetap aman dan kondusif. Meskipun terjadi konflik di Timur Tengah, masjidil Haram dan Masjid Nabawi tetap dapat diakses untuk menjalankan ibadah. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya dan seluruh jamaah dalam kondisi sehat.

Di hotel tempatnya menginap, terdapat juga jamaah dari negara lain yang mengalami situasi serupa. Mereka juga menunggu kepastian penerbangan kembali ke negara masing-masing. Selama menunggu, para jamaah dikenakan tambahan biaya akomodasi sebesar Rp2,5 juta per orang dari pihak travel.

Ia juga menyebutkan bahwa situasi di Jeddah terpantau aman. Tidak ada pergerakan rudal atau misil yang terlihat di langit kota Jeddah. Bahkan, beberapa pesawat masih bisa terbang dengan jalur tertentu seperti penerbangan Jeddah-Jakarta (JED-CGK) yang masih bisa berangkat.

Harapan untuk Kepulangan yang Aman

drg. Nuzulisa berharap situasi konflik di Timur Tengah segera mereda agar para jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. Ia berdoa semoga situasi tidak memburuk dan tidak terjadi konflik atau serangan lanjutan, terutama di bulan Ramadan ketika umat Muslim di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah.

“Semoga kami yang saat ini masih berada di tanah suci dapat segera kembali ke tanah air dengan selamat,” ujarnya.

Perhatian Pemerintah Daerah

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau informasi terbaru terkait kondisi para jamaah Umrah. Ia menjelaskan bahwa beberapa staf dan pejabat daerah sedang menjalankan ibadah Umrah dan saat ini tertahan di Mekkah maupun Madinah.

Edi berharap situasi konflik di Timur Tengah segera mereda agar para pejabat dan staf yang sedang menjalankan ibadah Umrah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. Ia menegaskan bahwa ketidakpastian dalam penerbangan membuat para jamaah kesulitan untuk pulang sesuai jadwal.

“Ya, kita berharap mudah-mudahan perang ini cepat berakhir dan mereka bisa kembali dengan selamat. Karena kan kasihan juga di sana kan, ketidakpastian, karena tidak ada penerbangan sebenarnya ini. Kita harapkan mudah-mudahan cepat berakhir perang ini,” tuturnya.

Kondisi Umum Jamaah Umrah

Selain drg. Nuzulisa, banyak jamaah Umrah lainnya juga mengalami hal serupa. Mereka masih menunggu kepastian penerbangan kembali ke negara masing-masing. Beberapa dari mereka bahkan harus menambah biaya akomodasi dan konsumsi selama menunggu.

Meski situasi terasa membingungkan, para jamaah tetap berusaha menjaga ketenangan dan menjalankan ibadah dengan baik. Mereka berharap kondisi akan segera membaik dan mereka dapat kembali ke rumah dengan selamat.


Pos terkait