Dishub Sulsel Cek 55 PO, 554 Bus Wajib Layak Jelang Mudik

Persiapan Mudik di Sulawesi Selatan

Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjadi salah satu pilihan utama moda transportasi umum bagi masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman. Di Sulawesi Selatan, tercatat ada sebanyak 55 Perusahaan Otobus (PO) Bus yang beroperasi. Jumlah unit armada yang tersedia mencapai 554 unit, dengan rincian 183 unit bus AKAP dan 364 unit bus AKDP.

Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel akan melakukan uji kelayakan pada seluruh bus yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang mudik. Kepala Dishub Sulsel, Andi Erwin Terwo, menyebutkan bahwa timnya akan melakukan sidak untuk memeriksa kelayakan setiap bus yang akan membawa penumpang. Pemeriksaan ini dilakukan tanpa mengumumkan waktu secara resmi, sehingga memastikan semua kendaraan siap operasional.

Targetnya adalah agar seluruh bus dinyatakan layak sebelum puncak arus mudik berlangsung. “Kita akan rampcheck memastikan seluruh PO membawa kendaraan melakukan pemeriksaan kelayakan. Menghindari apa-apa dalam pengoperasian,” ujar Erwin Terwo saat dikonfirmasi pada Minggu (1/3/2026). Target tersebut harus tercapai sebelum H-5 Lebaran agar keamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga.

Setiap bus wajib memiliki Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) dan Kartu Pengawasan (KPS). BLU-e merupakan sistem digital yang digunakan untuk menggantikan bukti lulus uji kendaraan bermotor dalam bentuk buku dan tanda uji fisik. Data hasil uji kendaraan disimpan secara elektronik dan terintegrasi langsung dengan pusat data nasional. Sementara KPS merupakan salah satu persyaratan dalam Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor PM 117 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek. Dokumen ini wajib dimiliki dan melekat di setiap unit kendaraan yang beroperasional.

Selain itu, tes urin bagi sopir bus juga akan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan. “Untuk menjaga keselamatan, itu menarik sekali. Memang seperti tahun kemarin tes urinnya membantu. Bayangkan kalau sopir oleng kan bisa bahayakan penumpang. Itu salah satu mitigasi,” jelas Andi Erwin Terwo.

Faktor kelayakan bus dan kesehatan sopir memang menjadi salah satu penentu keselamatan. Apalagi mudik tahun ini harus dilalui di tengah musim hujan. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sudah meminta pemerintah melakukan antisipasi terhadap daerah-daerah rawan bencana. Dudy ingin pemerintah bergerak melakukan mitigasi bencana sedini mungkin. Sehingga perjalanan pemudik lintas kabupaten/kota hingga antar provinsi terjamin keselamatannya.

“Hal-hal yang menjadi perhatian kami diantaranya cuaca yang perlu menjadi perhatian kita bersama, perlu melakukan mitigasi berkaitan dengan cuaca,” kata Dudy Purwagandhi usai Rakor Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/2/2026).

Dalam catatan Kemenhub, ada 16 daerah rawan bencana di Sulsel. Daerah rawan longsor tersebar di area pegunungan Kota Palopo, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara. Daerah rawan banjir lebih banyak, terutama di Kota Makassar. Kemudian di Kabupaten Wajo, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Pinrang. Sementara daerah rawan banjir dan longsor di Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Barru, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Soppeng.

Dudy Purwagandhi menyebut pemerintah harus menyiapkan opsi modifikasi cuaca apabila hujan intensitas tinggi terjadi berhari-hari. “Berkaitan dengan cuaca jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, kita harus siapkan mitigasinya diantaranya salah satunya melakukan operasi modifikasi cuaca,” kata Dudy.

Beberapa daerah mendapat catatan khusus. Seperti Luwu, Wajo, dan Makassar rentan terhadap banjir akibat curah hujan tinggi, luapan sungai, serta sistem drainase yang belum optimal.


Pos terkait