Penyanyi Indonesian Idol 2025 Ditahan di Rumah Sakit Akibat Kasus Pemerkosaan
Penyanyi yang berasal dari Indonesia dan menjadi juara dalam ajang Indonesian Idol 2025, Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota atau dikenal dengan nama panggung Piche Kota, kini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Hal ini terjadi setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA berinisial AKT (16 tahun).
Piche Kota ditangkap oleh aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Belu pada hari Sabtu, 28 Januari 2026. Namun, pihak kepolisian belum menahan dirinya karena kondisi kesehatannya memerlukan perawatan intensif.
“Tersangka (Piche) sementara masih dirawat di Rumah Sakit Umum Atambua,” ujar Kepala Satreskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (3/2/2026). Menurut Rachmat, penyidik masih menunggu hasil observasi dari tim dokter sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya terhadap tersangka. Penahanan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan Piche dinyatakan memungkinkan.
Sementara itu, dua tersangka lain dalam kasus ini, yakni Roy Mali dan Rival Sila, telah lebih dahulu ditahan di sel tahanan Polres Belu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Rival Sila ditahan pada Jumat (27/2/2026) pukul 22.18 WITA. Adapun Roy Mali sebelumnya ditangkap di Timor Leste pada Senin (23/2/2026) sebelum akhirnya ditahan di Polres Belu.
Rachmat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kejahatan terhadap anak dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Kami berkomitmen penuh untuk menangani kasus ini secara tegas, profesional, dan transparan. Perlindungan terhadap anak merupakan prioritas utama kami. Siapapun yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyidik kini tengah merampungkan pemberkasan perkara untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belu pada tahap I. “Intinya, kami dari Satreskrim Polres Belu berupaya agar berkas perkara ini cepat dan profesional,” ujar Rachmat.
Saat ini, Polres Belu masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan Piche Kota sembari melanjutkan proses administrasi penyidikan. Dalam kasus ini, pihak kepolisian menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan transparan, serta perlindungan terhadap korban yang menjadi fokus utama dalam penanganan kasus ini.





