Masalah Sampah di Aceh Timur Meningkat Selama Bulan Ramadhan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur mengungkapkan bahwa kebiasaan masyarakat dan para pedagang masih membuang sampah sembarangan di luar tempat pembuangan sementara (TPS). Hal ini menyebabkan sampah meluber ke jalanan, terutama di sekitar kawasan pasar tradisional Idi Rayeuk.
Kondisi yang Mengkhawatirkan
Meskipun fasilitas TPS telah tersedia, banyak warga justru memilih melempar sampah di luar bak kontainer. Kondisi ini terlihat jelas di jalur dua kawasan pasar tradisional Idi Rayeuk pada Senin (2/3/2026). Sampah yang berserakan tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas karena posisi TPS yang berada tepat di jalur tersebut.
Kepala DLH Aceh Timur, Muslidar, menjelaskan bahwa masalah utama bukanlah ketersediaan fasilitas, melainkan kebiasaan masyarakat yang enggan membuang sampah langsung ke dalam tong yang disediakan.
“Masih banyak yang membuang sampah ke TPS, tetapi bukan dimasukkan ke dalam tongnya,” ujarnya. “Mereka justru mencampakkannya begitu saja di depan TPS. Akibatnya, sampah berserakan dan menutupi jalur dua pasar,” tambah Muslidar.
Beberapa warga disinyalir sengaja membuang sampah di pinggir jalan dengan harapan petugas kebersihan akan langsung memungutnya. Namun, pola pikir ini justru menciptakan penumpukan yang tidak teratur dan merusak pemandangan kota.
Lonjakan Volume Sampah Selama Ramadhan
Situasi ini diperparah dengan lonjakan volume sampah yang signifikan selama bulan suci Ramadhan. Berdasarkan data DLH Aceh Timur, produksi sampah harian yang biasanya berada di angka 70 ton, kini meroket menjadi 85 ton per hari. Kenaikan sebesar 15 ton tersebut didominasi oleh sisa konsumsi rumah tangga selama sahur dan berbuka.
Selain itu, sisa dagangan dari pasar sore yang menjamur di berbagai sudut kota juga turut meningkatkan jumlah sampah.
Upaya DLH untuk Menangani Sampah
DLH menegaskan bahwa armada kebersihan terus bekerja ekstra untuk mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, kerja keras petugas tidak akan maksimal tanpa kerja sama dari warga.
“Kami meminta para pedagang dan masyarakat untuk lebih peduli. Tolong jangan tinggalkan sampah di bahu jalan atau di luar area bak TPS,” imbau Muslidar. “Masukkan ke dalam tempatnya agar proses pengangkutan lebih cepat dan kota tetap bersih,” tegas Muslidar.
Solusi yang Diharapkan
Untuk mengatasi masalah ini, DLH Aceh Timur menyarankan masyarakat dan para pedagang untuk lebih disiplin dalam membuang sampah. Memasukkan sampah ke dalam tong yang tersedia dapat mempercepat proses pengangkutan dan menjaga kebersihan kota.
DLH juga berharap masyarakat memiliki kesadaran lingkungan yang lebih baik, sehingga tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan. Dengan kolaborasi antara pihak terkait dan masyarakat, Aceh Timur dapat tetap bersih dan nyaman.





