DLH Wajo: 35 Dapur MBG Tanpa Dokumen IPAL Tetap Beroperasi

Aa1xlry2
Aa1xlry2

Dapur Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Wajo Masih Belum Miliki Dokumen IPAL

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo mengungkapkan bahwa sejumlah besar dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memiliki dokumen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Meski begitu, DLH menyatakan bahwa secara fisik, semua dapur MBG telah memiliki fasilitas IPAL.

IPAL adalah sistem yang digunakan untuk mengolah air limbah sebelum dibuang ke lingkungan agar tidak mencemari sungai, tanah, atau saluran drainase. Kewenangan pengawasan terhadap pengelolaan limbah, termasuk memastikan setiap dapur MBG memiliki dan mengoperasikan IPAL sesuai standar, berada di tangan DLH.

Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Wajo, Andi Lutfiana, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pertemuan dengan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tidak ada satu pun dapur MBG yang memiliki dokumen IPAL. Namun, secara fisik, IPAL sudah tersedia. Hal ini disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Senin (2/3/2026) malam.

Belum Ditinjau Sesuai Standar KLH

Secara total, terdapat 35 dapur MBG di Kabupaten Wajo. Namun DLH mengaku belum melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian IPAL dengan standar teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 2760 Tahun 2025.

Keputusan tersebut mengatur baku mutu dan standar teknologi pengolahan air limbah domestik serta sampah untuk SPPG. Dalam regulasi itu, ditegaskan bahwa setiap penanggung jawab SPPG wajib mengelola air limbah domestik sebelum dibuang ke media air, drainase, atau irigasi.

Faktanya, meskipun belum memiliki dokumen IPAL, seluruh dapur MBG tetap beroperasi. Ini menjadi perhatian khusus bagi DLH dan dinas terkait lainnya.

Sebaran 35 Dapur MBG di Wajo

Puluhan dapur MBG tersebar di beberapa kecamatan:

  • 8 dapur di Kecamatan Tempe
  • Masing-masing 4 dapur di Sabbangparu, Tanasitolo, dan Majauleng
  • Masing-masing 3 dapur di Belawa dan Pammana
  • 2 dapur di Pitumpanua
  • Masing-masing 1 dapur di Bola, Takkalalla, Sajoanging, Keera, Gilireng, Maniangpajo, dan Penrang

Dinkes: 39 Dapur Sudah Jalani IKL

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wajo menyatakan bahwa telah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap 39 dapur MBG yang mengajukan permohonan. Kepala Dinas Kesehatan Wajo, drg Armin, melalui Ketua Tim Kerja Kesling, menyebutkan bahwa semua dapur MBG yang mengajukan permohonan telah diperiksa.

Menu MBG Dipersoalkan Orangtua

Di sisi lain, menu MBG di Wajo kembali menjadi sorotan. Pantauan menunjukkan bahwa siswa menerima menu berupa sebungkus kacang tanah goreng, buah pir, telur rebus, dan kue gabin fla. Menu tersebut dilengkapi keterangan angka kecukupan gizi berlogo Badan Gizi Nasional (BGN).

Namun, salah satu orang tua siswa di Kecamatan Tempe, AW (44), menilai menu tersebut tidak sebanding dengan anggaran pemerintah. Ia memperkirakan total harga menu tersebut sekitar Rp7 ribu. Menurutnya, hitungan kasarnya tidak cukup dengan standar anggaran.

Polemik MBG di Wajo kini tak hanya soal menu, tetapi juga aspek pengelolaan limbah dapur yang belum mengantongi dokumen resmi IPAL.

Pos terkait