Dorong Ekonomi, BI Sulsel: Jaga Daya Beli dan Percepat Belanja

1615756389p
1615756389p

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Tahun 2026

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan tumbuh dalam kisaran 5,0 hingga 5,8 persen secara year on year pada tahun 2026. Sementara itu, inflasi di daerah ini diproyeksikan berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Proyeksi ini disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) Sulsel yang menilai bahwa ekonomi Sulsel akan tetap stabil meskipun menghadapi tantangan inflasi yang terjaga.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, BI menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis yang mencakup sektor konsumsi, investasi, belanja pemerintah, hingga kinerja ekspor. Rekomendasi ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, dalam acara Bincang Bareng Media di House of Rewako, Jalan Pasar Ikan, Makassar, Sulsel, Jumat (20/2/2026) sore.

Strategi untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

Dari sisi konsumsi, BI menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan pangan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan distribusi antarwilayah serta mitigasi risiko cuaca ekstrem. “Perlu penguatan intervensi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terukur agar inflasi tetap terkendali,” ujar Rizki.

Selain itu, penguatan pasar domestik dan ekosistem industri hilir juga dinilai krusial guna mendorong permintaan dalam negeri (domestic demand). Langkah ini dapat ditempuh melalui perluasan jaringan distribusi, peningkatan keterjangkauan harga, serta penguatan rantai pasok antarwilayah.

Penguatan Investasi dan Sektor Konstruksi

Pada aspek investasi, BI mendorong penopangan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan aktivitas konstruksi. Pemerintah daerah diharapkan memastikan proyek-proyek strategis yang telah berjalan tidak terhambat oleh kendala administratif maupun pembiayaan. Hilirisasi mineral bernilai tambah tinggi juga menjadi perhatian. Penguatan produk turunan strategis dan penerapan standar keberlanjutan dinilai dapat meningkatkan daya saing industri Sulsel.

Diversifikasi Struktur Ekonomi

Untuk memperluas sumber pertumbuhan, BI merekomendasikan diversifikasi struktur ekonomi daerah. “Perlu mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian serta sektor jasa produktif untuk memperluas sumber pertumbuhan,” jelas Rizki.

Percepatan realisasi belanja pemerintah daerah melalui strategi frontloading belanja produktif dan percepatan belanja modal dinilai penting untuk menjaga momentum permintaan domestik, khususnya pada awal tahun. Ketahanan fiskal daerah juga perlu diperkuat melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan kualitas belanja, serta pemanfaatan skema pembiayaan alternatif seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan penjajakan kerja sama pembiayaan dengan perusahaan lokal guna menjaga kesinambungan pembangunan.

Penjagaan Output Sektor Nikel dan Industri Pengolahan

Sementara itu, pada sektor eksternal, BI menekankan pentingnya menjaga output sektor nikel dan industri pengolahan. Koordinasi dalam penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) diperlukan agar transisi produksi tetap terukur dan utilisasi smelter optimal.


Pos terkait