Dorong Ekonomi, Dompet Dhuafa Kembangkan Ekowisata dan UMKM Bersama Pemerintah Sumbar

Aa1wi8u0
Aa1wi8u0

Peresmian Kawasan Ekowisata dan UMKM Pasca Bencana Banjir

Pada hari Selasa, 14 Februari 2025, Dompet Dhuafa bersama berbagai stakeholder dan pemerintah Sumatera Barat menggelar acara peresmian revitalisasi kawasan ekowisata dan UMKM pasca bencana banjir di Kawasan Lestari Alam Glamping, Aduriang, Padang Pariaman. Acara ini menjadi langkah penting dalam upaya pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 penerima manfaat serta berbagai tokoh dan instansi terkait. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kembali kawasan wisata yang telah rusak akibat bencana. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat, Syaifullah; Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juaini; Ketua Pengurus Indonesia Berdaya, Anna Rahmawati; Wali Nagari Lubuk Alung, Wali Jorong, serta perwakilan dari kepolisian dan koramil. Tidak hanya itu, para media dan influencer juga turut hadir dalam acara tersebut.

Upaya Revitalisasi Kawasan Wisata

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juaini, menjelaskan bahwa revitalisasi kawasan ekowisata di Lestari Alam Glamping bertujuan untuk mengembalikan kawasan ini sebagai lokasi pariwisata yang layak dikunjungi. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendukung para penyintas bencana agar dapat melanjutkan kehidupan dengan mencari nafkah kembali.

“Pemulihan di bidang ekonomi sangat penting karena setelah kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi, mereka akan dihadapkan pada tantangan baru, yaitu mencari penghasilan sendiri. Dukungan dalam sektor usaha memberikan peluang kepada mereka untuk bekerja dan berwirausaha dengan sumber daya yang mereka miliki,” ujar Ahmad.

Apresiasi dari Pihak Pemerintah

Syaifullah, Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas inisiatif Dompet Dhuafa dalam memulihkan sektor ekonomi masyarakat. Ia menilai, program pemulihan ini sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat bencana.

“Ikuti apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa yang telah meluncurkan program recovery ekonomi khususnya untuk di Lestari Alam Glamping. Sarana prasarana masyarakat yang hancur akibat bencana kini mulai pulih, dan ini memberikan harapan berkelanjutan bagi masyarakat. Semoga lembaga-lembaga filantropi lain juga ikut berkontribusi,” kata Syaifullah.

Peran Local Leader dalam Pemulihan

Lestari Alam Glamping diinisiasi oleh local leader, Ritno Kurniawan, yang telah bekerja sama dengan Dompet Dhuafa sejak tahun 2024. Ritno gigih mengajak masyarakat sekitar untuk melestarikan alam dengan memberikan mata pencaharian alternatif, seperti menjadi pemandu wisata. Salah satu potensi wisata yang dimanfaatkan adalah rafting di sungai Batang Anai.

Dukungan dari Indonesia Berdaya

Anna Rahmawati, Ketua Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya, menjelaskan bahwa dukungan dari Dompet Dhuafa dan Indonesia Berdaya bertujuan untuk memulihkan sarana dan prasarana yang ada di kawasan Lestari Alam Glamping agar kembali beroperasi.

“Sebelum bencana, kami sudah bekerja sama untuk menambah fasilitas seperti toilet bersih, mushalla, serta perlengkapan glamping seperti kasur dan tenda. Namun setelah bencana, akses jalan terputus, sehingga kami membantu memperbaiki akses jalan dan membangun saluran air agar kawasan ini kembali layak dikunjungi,” ujar Anna.

Harapan Masa Depan

Dompet Dhuafa dan Indonesia Berdaya berharap acara peresmian ini menjadi awal kolaborasi lanjutan dengan stakeholder dan masyarakat setempat. Dengan demikian, kawasan wisata ini dapat hidup kembali dan memberikan kehidupan serta kesejahteraan bagi masyarakat penyintas bencana.

Pos terkait