Dosen HI UGM: Serangan AS-Israel ke Iran Langgar Hukum Internasional

132041234 Gettyimages 1801103706 1
132041234 Gettyimages 1801103706 1

Kritik terhadap Serangan AS dan Israel terhadap Iran

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM), Nur Rachmat Yuliantoro, menyampaikan pandangan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dianggap sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional. Menurutnya, aksi tersebut berpotensi memperluas konflik kawasan serta merusak citra negara-negara yang terlibat.

Menurut Nur Rachmat, serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel tidak hanya melanggar prinsip kedaulatan negara, tetapi juga berisiko memicu perang yang lebih besar. Ia menilai bahwa respons Iran terhadap serangan dari Israel dan negara-negara Arab yang menjadi basis pasukan AS telah menciptakan situasi yang sangat kompleks dan rentan terhadap eskalasi.

Dampak Negatif terhadap Citra Internasional

Serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel dinilai memberikan sentimen negatif yang semakin kuat terhadap dua negara tersebut. Nur Rachmat mengungkapkan bahwa dunia internasional kembali menyaksikan sikap dominan dan agresif dari AS dan Israel. Ia menyoroti bahwa tindakan-tindakan ini justru bertentangan dengan klaim mereka tentang menjaga keamanan kawasan.

Ia juga menilai bahwa inisiatif Board of Peace yang digagas oleh mantan Presiden AS Donald Trump menjadi sesuatu yang ironis. Inisiatif tersebut dianggap kehilangan relevansi, kredibilitas, dan legitimasi akibat tindakan-tindakan yang diambil oleh AS dan Israel dalam konflik ini.

Ancaman Ekonomi Global

Selain dampak politik dan militer, serangan AS dan Israel terhadap Iran juga berpotensi memicu kerugian ekonomi yang signifikan. Tidak hanya AS dan Israel yang akan terkena dampak, tetapi juga banyak negara lain yang bergantung pada pasokan minyak global.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dapat menghentikan lalu lintas perdagangan sebesar 20 persen minyak dunia. Hal ini berpotensi meningkatkan inflasi dan membuat situasi ekonomi semakin sulit.

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikhawatirkan akan memperburuk situasi. Nur Rachmat menilai bahwa kematian Khamenei bisa memicu semangat tempur yang lebih besar dari pihak Iran, sehingga memperparah konflik.

Ia juga mengingatkan bahwa kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh AS dan Israel untuk menghancurkan Iran adalah hal yang sangat berbahaya. Situasi seperti ini bisa memicu perang yang berkepanjangan dan merenggut banyak korban jiwa.

Perlu Langkah Diplomasi yang Lebih Bijak

Nur Rachmat menekankan pentingnya langkah diplomasi yang lebih bijak dalam menangani konflik antara Iran, AS, dan Israel. Ia menilai bahwa tindakan militer justru akan memperburuk situasi dan berdampak luas bagi seluruh dunia.

Dengan situasi yang semakin memanas, penting bagi komunitas internasional untuk terlibat dalam upaya menenangkan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.


Pos terkait