Guru Besar bidang Keamanan Pangan IPB, Prof Ahmad Sulaeman menjelaskan bahwa galon guna ulang tetap aman digunakan meskipun sudah digunakan dalam jangka waktu lama. Ia menekankan bahwa keamanan penggunaan galon bergantung pada cara pengguna merawat dan menyimpannya, bukan pada usia atau jumlah pengisian ulang.
Menurut Prof Ahmad, potensi migrasi Bisphenol A (BPA) dari kemasan ke dalam air memang ada, baik untuk galon baru maupun lama. Namun, migrasi tersebut hanya terjadi dalam kondisi ekstrim tertentu seperti suhu tinggi hingga 70 derajat Celsius atau adanya faktor kimia seperti tingkat keasaman (pH).
“Jadi yang penting adalah bagaimana cara publik merawat galon, bukan berapa kali diisi atau seberapa lama masa pakainya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa fungsi utama galon adalah sebagai wadah pelindung air minum. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah lokasi penyimpanan, kondisi kemasan, serta durasi penyimpanan air di dalam galon. Selama galon tidak berbau, tidak rusak, dan tidak tercemar, maka kemasan tersebut masih aman untuk digunakan.
Dari sisi industri, setiap perusahaan memiliki standar internal untuk memastikan kelayakan kemasan sebelum digunakan kembali. Menurut Prof Ahmad, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) pasti akan memeriksa galon terlebih dahulu sebelum diisi ulang.
- Jika kemasan masih layak, maka galon akan digunakan kembali.
- Jika kemasan sudah tidak layak, maka akan langsung dihancurkan.
Selain itu, industri juga terus melakukan uji coba jumlah pengisian ulang untuk memastikan kualitas mulai dari kemasan hingga air konsumsi. Prof Ahmad menegaskan bahwa migrasi BPA dari kemasan ke dalam air masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan BPOM.
“Para produsen juga melakukan percobaan berapa banyak sih bisa diisi ulang, tapi sejauh ini masih dalam batas aman. Selama cara pakai sesuai aturan pasti aman,” tambahnya.
Tips Merawat Galon dengan Benar
Berikut beberapa tips yang dapat diikuti untuk merawat galon secara efektif:
-
Simpan di tempat yang sejuk dan kering
Hindari menyimpan galon di area yang terkena sinar matahari langsung atau di tempat lembab. Suhu yang terlalu panas dapat meningkatkan risiko migrasi BPA. -
Periksa kondisi kemasan secara berkala
Pastikan galon tidak retak, pecah, atau mengalami kerusakan lainnya. Kemasan yang rusak dapat memengaruhi kualitas air. -
Jangan gunakan galon untuk menyimpan bahan kimia atau makanan
Galon dirancang khusus untuk menyimpan air minum. Penggunaan untuk tujuan lain dapat mengganggu struktur plastik dan meningkatkan risiko kontaminasi. -
Bersihkan galon secara rutin
Bersihkan bagian luar dan dalam galon secara berkala untuk mencegah penumpukan debu atau kotoran. -
Hindari menyimpan air dalam jangka waktu terlalu lama
Meski galon aman, disarankan untuk menghabiskan air dalam waktu yang wajar agar kualitasnya tetap terjaga.
Kesimpulan
Prof Ahmad Sulaeman menekankan bahwa galon guna ulang tetap aman selama digunakan dan dirawat dengan benar. Faktor utama yang memengaruhi keamanan adalah kondisi lingkungan dan cara penggunaan. Dengan perawatan yang tepat, galon dapat digunakan kembali tanpa mengkhawatirkan risiko kesehatan.




