Isu Impor Mobil Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih Memicu Perhatian DPR
Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, mengungkapkan kejutan terkait rencana impor mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk proyek koperasi desa merah putih. Rencana ini melibatkan pengiriman ratusan ribu kendaraan dari India yang belum pernah dibahas secara spesifik dengan DPR.
Herman menjelaskan bahwa meskipun Agrinas pernah mempresentasikan alokasi anggaran untuk proyek tersebut, informasi yang disampaikan tidak menyebutkan detail jenis dan spesifikasi kendaraan yang akan digunakan. Ia menilai penting bagi Komisi VI untuk memanggil pihak Agrinas dan meminta penjelasan lebih lanjut terkait rencana impor ini.
“Karena sudah menjadi isu publik, maka wajib bagi Komisi VI untuk memanggil dan meminta penjelasan,” ujar Herman di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan dengan Agrinas akan dilakukan setelah masa reses DPR periode 2024-2029 selesai pada 9 Maret mendatang.
Alasan Harga Mobil Pikap dalam Negeri Mahal
Dalam konferensi pers yang diadakan pada 24 Februari lalu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan bahwa harga mobil pikap 4×4 di dalam negeri cukup mahal dan tidak sesuai dengan pendapatan petani yang terbatas. Namun, Herman menilai bahwa meskipun harga mobil pikap dalam negeri tinggi, efeknya akan lebih positif bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Ia menekankan bahwa kebijakan impor ini harus dikoordinasikan dengan DPR. “Dengan anggaran besar, semestinya dibahas dulu dengan DPR untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas,” ujar Herman.
Persetujuan dengan Permintaan DPR untuk Menunda Impor
Herman juga sependapat dengan pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu mobil pikap ini dihentikan sementara. Menurutnya, berbagai perspektif dan serapan anggaran harus seoptimal mungkin, serta menjadi peluang bagi usaha-usaha lokal.
“Bahwa berbagai perspektif dan serapan anggaran harus seoptimal mungkin, harus menjadi peluang bagi usaha-usaha lokal,” ucap Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu.
Pengumuman Impor oleh Perusahaan Otomotif India
Kabar impor mobil pikap oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M) dalam laman perusahaan mereka pada 4 Februari 2026. M&M mengumumkan akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio. Selang enam hari kemudian, Tata Motors Limited mengumumkan rencana ekspor 70.000 unit pikap ke Indonesia.
Pada Senin lalu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan telah berpesan kepada pemerintah agar menunda terlebih dahulu rencana impor 105 ribu mobil dari India untuk kebutuhan proyek Kopdes Merah Putih. Dasco beralasan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih dalam kunjungan kerja ke luar negeri. Presiden, kata dia, juga akan meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri soal rencana impor pikap India tersebut.
“Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian,” ujar Dasco, 23 Februari 2026.
Tanggapan dari PT Agrinas Pangan Nusantara
Sementara itu, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan akan mengikuti permintaan DPR dan pemerintah. “Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” ujar Joao di Jakarta, Senin.
Ilona Estherina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.





