DPR dan BGN Tingkatkan Edukasi Gizi Melalui Program MBG di Makassar

Img 20250220 Wa0031
Img 20250220 Wa0031

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Unggul

Pemerintah kembali memperkuat langkah-langkahnya dalam membangun generasi unggul melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis. Program ini tidak hanya sekadar bantuan pangan, tetapi juga dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kegiatan sosialisasi digelar di Cafe Vaan In Sky, Bajiminasa 1, Tamarunang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, pada Jumat (27/2). Acara ini merupakan inisiatif dari Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan mitra kerja Badan Gizi Nasional. Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, hadir langsung untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Ashabul menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun sejak dini. Ia menjelaskan bahwa kualitas tersebut sangat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi sejak usia dini.

“Perlu kita sadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur seperti jalan dan gedung, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang kita miliki dan kualitas tersebut sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi sejak dini,” ujarnya.

Ashabul menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai strategi besar untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang kuat dan berkualitas.

Dampak Program MBG yang Luas

Menurut Ashabul, dampak dari Program MBG tidak hanya terasa di sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Ia menjelaskan bahwa bahan pangan yang digunakan dalam program ini melibatkan para petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM lokal. Hal ini menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi program ini dengan layanan kesehatan dasar seperti posyandu dan puskesmas agar intervensi yang dilakukan lebih komprehensif. “Program Makan Bergizi Gratis juga harus terintegrasi dengan layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas sehingga dapat menjadi pintu masuk dalam mendeteksi secara dini berbagai permasalahan gizi maupun kesehatan anak,” tambahnya.

Integrasi tersebut memungkinkan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara berkala sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan asupan gizi yang tepat.

Ajakan untuk Bersama-sama Mendukung

Menutup kegiatan sosialisasi, Ashabul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pelaksanaan program ini agar tepat sasaran. “Mari kita jadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah nyata dalam membangun generasi yang sehat, berdaya saing, dan berkarakter demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ajaknya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi semakin meningkat. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa.


Pos terkait