DPRD Riau Minta Pemprov Percepat Program Sawah Baru Nasional

Img 20250825 Wa0028 Scaled 2
Img 20250825 Wa0028 Scaled 2

Ancaman Pemerintah Pusat Terkait Program Cetak Sawah Baru

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan peringatan keras terhadap daerah-daerah yang tidak mampu menyiapkan lahan untuk program cetak sawah baru. Ancaman ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Program cetak sawah baru merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam memperluas lahan pertanian dan meningkatkan produksi pangan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam menyediakan lahan yang diperlukan. Hal ini menjadi tantangan bagi beberapa provinsi, termasuk Riau, yang masih kesulitan dalam mengoptimalkan potensi lahan pertaniannya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau menyatakan komitmennya untuk tetap berupaya menyediakan lahan dalam rangka mendukung program cetak sawah baru. Namun, hingga saat ini, ketersediaan lahan pertanian di Riau hanya mencapai sekitar 20 persen dari potensi yang ada. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Menanggapi ancaman tersebut, Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, menegaskan perlunya penggunaan peluang bantuan dari pemerintah pusat secara maksimal. Ia menekankan bahwa jangan sampai bantuan yang sudah disiapkan oleh pusat justru hilang karena kesiapan administrasi maupun teknis yang kurang memadai di tingkat daerah.

“Ini peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan di Riau. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan hanya karena kita tidak mampu menyiapkan lahan,” ujarnya.

Adam menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sangat penting dalam proses identifikasi dan penyediaan lahan. Sinergi lintas daerah dinilai menjadi kunci untuk mempercepat proses sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Ia juga menyoroti bahwa masih banyak lahan di Riau yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program cetak sawah baru. Termasuk lahan-lahan yang sebelumnya telah disita pemerintah dari perusahaan dan belum digunakan secara optimal.

“Lahan yang sudah kembali ke negara seharusnya bisa diprioritaskan untuk ketahanan pangan. Ini momentum yang tepat,” ujarnya.

Adam berharap agar langkah konkret segera dilakukan agar Riau tidak kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan cetak sawah baru. Ia menegaskan bahwa dukungan dari pusat harus diimbangi dengan kesiapan daerah demi mendorong swasembada pangan dan kesejahteraan petani di Bumi Lancang Kuning.

Langkah yang Perlu Dilakukan

  • Kolaborasi Lintas Daerah: Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu bekerja sama untuk mempercepat proses identifikasi dan penyediaan lahan.
  • Optimalkan Lahan yang Tersedia: Lahan yang sudah kembali ke negara atau belum dimanfaatkan secara optimal perlu segera dioptimalkan untuk program cetak sawah baru.
  • Peningkatan Kesiapan Administratif dan Teknis: Daerah perlu memastikan kesiapan administratif dan teknis guna memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.
  • Memanfaatkan Peluang Bantuan: Bantuan dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Dengan langkah-langkah tersebut, Riau dapat memaksimalkan potensi lahan pertaniannya dan memastikan bahwa program cetak sawah baru dapat berjalan dengan baik.

Pos terkait