Drama Es Dengki Tanjungbalai, Massa Rebut Kembali Kapal Balpress dari Bea Cukai

Serah Terima Kapal Bea Cukai Cp4r Dom 1
Serah Terima Kapal Bea Cukai Cp4r Dom 1

Penyelundupan Pakaian Bekas Kembali Marak di Perairan Es Dengki

Di wilayah Perairan Es Dengki, Tanjungbalai, kembali terjadi insiden penyelundupan pakaian bekas yang diduga dilakukan oleh kapal-kapal kecil. Dalam peristiwa ini, sebuah kapal kayu yang membawa barang dugaan pakaian bekas berhasil dirampas oleh masyarakat dari tangan Bea Cukai Teluk Nibung.

Video yang beredar menunjukkan adegan kejar-kejaran antara petugas Bea Cukai dengan kapal-kapal yang dikendalikan oleh masyarakat. Dalam video tersebut, terlihat bagian dek depan kapal kayu yang penuh dengan barang-barang yang diduga merupakan pakaian bekas. Meskipun Bea Cukai telah mencoba mengamankan kapal tersebut, ratusan goni Balpress akhirnya lepas dari tangan mereka.

Juru bicara Kantor Bea Cukai Teluk Nibung, M Fahmi, menjelaskan bahwa pihaknya awalnya melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut. Namun, dua kapal lain yang diisi oleh puluhan masyarakat datang dan merampas kembali kapal yang telah diamankan.

“Kami sempat menangani situasi tersebut. Namun, dua kapal berisikan puluhan masyarakat datang dan merampas kembali kapal yang telah kita amankan,” ujar Fahmi, Senin (2/3/2026).

Menurut Fahmi, jumlah personel Bea Cukai Teluk Nibung yang hanya kurang dari 10 orang membuat mereka kalah dalam jumlah dan akhirnya harus melepaskan kapal tersebut.

“Kalah personel. Kami masih berkoordinasi dengan Polres Tanjungbalai, dan Lanal Tanjungbalai Asahan untuk menindak lanjuti kapal tersebut,” tambah Fahmi.

Aktivitas Penyelundupan Kembali Marak

Sebelumnya, aktivitas penyelundupan pakaian bekas di wilayah ini sempat redup dan bahkan terlihat padam. Namun, kini kembali marak dan menimbulkan kekhawatiran bagi pihak berwajib.

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab kembalinya aktivitas penyelundupan ini, seperti adanya permintaan pasar yang tinggi akan pakaian bekas, serta minimnya pengawasan di perairan yang rawan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bea Cukai dan instansi terkait terus berupaya memperketat pengawasan di perairan, namun tantangan tetap ada karena banyaknya lokasi yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku penyelundupan.

Upaya Peningkatan Pengawasan

Untuk mengatasi masalah ini, Bea Cukai Teluk Nibung bersama dengan Polres Tanjungbalai dan Lanal Tanjungbalai Asahan sedang berupaya memperkuat koordinasi dan pengawasan di perairan. Langkah-langkah seperti patroli rutin, penggunaan teknologi pemantauan, dan kerja sama dengan masyarakat setempat diharapkan bisa memberikan hasil yang lebih baik.

Selain itu, pihak berwajib juga berencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif dari penyelundupan pakaian bekas, termasuk risiko kesehatan dan hukum yang bisa terjadi.

Tantangan dan Harapan

Meski ada upaya-upaya yang dilakukan, tantangan tetap besar. Banyaknya kapal-kapal kecil yang bisa dengan cepat berpindah posisi dan melarikan diri membuat pengawasan menjadi sulit. Selain itu, keterbatasan sumber daya dan anggaran juga menjadi kendala dalam penanganan penyelundupan.

Namun, dengan kolaborasi yang kuat antara berbagai instansi dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir kejadian penyelundupan pakaian bekas di perairan Es Dengki.


Pos terkait