Drama VAR di Batakan, Gol Lorensius Hanya Bawa 1 Poin untuk Persiba Balikpapan

Bek Persiba Balikpapan Fauqa Nurikhsan Aziz Melakukan Selebr F1jw 1
Bek Persiba Balikpapan Fauqa Nurikhsan Aziz Melakukan Selebr F1jw 1

Pertandingan Dramatis antara Persiba Balikpapan dan PSIS Semarang

Pertandingan lanjutan pekan ke-21 putaran ketiga Pegadaian Championship League antara Persiba Balikpapan dan PSIS Semarang berlangsung dengan penuh tensi di Stadion Batakan, Minggu malam (1/3/2026). Laga yang menjadi krusial bagi kedua tim yang berada di papan bawah ini berakhir tanpa pemenang, namun menyisakan kontroversi yang memicu ketegangan di lapangan.

Tuan rumah yang berjuluk Beruang Madu sejatinya sempat mengklaim kemenangan lewat gol Lorensius Amanat Sabda pada menit ke-65. Stadion Batakan pun bergemuruh saat bola bersarang di gawang Laskar Mahesa Jenar. Namun euforia itu sirna dalam hitungan menit. Wasit yang memimpin pertandingan memutuskan meninjau tayangan VAR sebelum akhirnya menganulir gol tersebut karena Lorensius dinilai berada dalam posisi offside.

Keputusan itu sontak memancing protes keras dari para pemain dan ofisial Persiba. Pertandingan bahkan sempat terhenti sekitar 10 menit akibat ketegangan di lapangan. Teriakan kekecewaan menggema dari tribun penonton. Suporter yang berada tak jauh dari lokasi gol merasa keputusan tersebut tidak tepat.

“Wasit! Itu posisi onside lihat yang benar dong,” teriak tim suporter dari pinggir lapangan.

Situasi semakin memanas ketika pemain PSIS, Ibrahim Sanjaya, diganjar kartu merah pada menit ke-78 usai menerima kartu kuning kedua. Unggul jumlah pemain, Persiba meningkatkan intensitas serangan. Skuad asuhan Leonard Tupamahu terus menggempur pertahanan lawan sepanjang sisa waktu normal hingga tambahan 11 menit injury time.

Namun lagi-lagi buruknya penyelesaian akhir membuat berbagai peluang yang diciptakan terbuang sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.

Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di papan bawah belum beranjak:

  • Persiba Balikpapan masih bertengger di peringkat 8 dengan tambahan satu poin menjadi 17 poin.
  • PSIS Semarang juga masih menghuni peringkat 9 alias Zona Play-off Degradasi dengan 16 poin.

Komentar dari Pihak Tim

Para pemain dan ofisial Persiba mengaku kecewa dengan keputusan wasit yang dianggap tidak adil. Mereka menilai bahwa gol yang dicetak oleh Lorensius Amanat Sabda seharusnya diterima sebagai sah. Sementara itu, pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap keputusan VAR yang membatalkan gol tersebut.

“Pemain kami sudah bekerja keras, dan kami sangat yakin bahwa gol itu sah. Kami harap wasit bisa lebih objektif dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Di sisi lain, pelatih PSIS Semarang mengakui bahwa kekalahan mereka bukanlah hasil yang ideal. Meskipun berhasil mempertahankan skor imbang, mereka merasa bahwa pertandingan ini bisa jadi pelajaran berharga untuk masa depan.

Reaksi dari Suporter

Suporter Persiba Balikpapan yang hadir di stadion juga menunjukkan reaksi yang sangat keras terhadap keputusan wasit. Mereka merasa bahwa keputusan VAR telah merusak semangat tim mereka. Beberapa dari mereka bahkan memberikan komentar pedas melalui media sosial.



“Kami tidak puas dengan keputusan wasit. Ini adalah keputusan yang tidak adil,” tulis salah satu penggemar setia Persiba di akun media sosialnya.

Selain itu, beberapa suporter juga mengkritik performa VAR yang dinilai tidak efektif dalam membantu wasit mengambil keputusan. Mereka berharap agar sistem VAR dapat diperbaiki agar tidak lagi menimbulkan kontroversi seperti ini.

Tantangan di Masa Depan

Meski laga ini berakhir imbang, kedua tim masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Persiba Balikpapan akan berusaha memperbaiki performa mereka di pertandingan berikutnya, sementara PSIS Semarang juga harus meningkatkan fokus dan strategi untuk menghindari zona degradasi.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap menjaga sportivitas dan saling mendukung. Dengan begitu, sepak bola Indonesia bisa terus berkembang dan menjadi ajang yang lebih sehat serta menarik bagi seluruh pecinta olahraga.

Pos terkait