Dramatis, Mantan Rekan Messi Tempuh 16 Jam Darat untuk Tinggalkan Iran

Aa1xlmh7
Aa1xlmh7



Munir El Haddadi, pemain yang pernah bermain di akademi Barcelona, mengalami perjalanan yang sangat menegangkan saat mencoba melarikan diri dari wilayah yang terkena dampak krisis perang di Iran.



Serangan yang dilakukan oleh koalisi Israel dan Amerika Serikat ke ibu kota Iran, Tehran, menyebabkan gangguan besar dalam berbagai aktivitas, termasuk olahraga. Munir El Haddadi, seorang pemain sepak bola asal Spanyol yang kini membela timnas Maroko, adalah salah satu dari para pendatang yang berusaha untuk keluar dari situasi darurat tersebut.

Munir, yang berusia 30 tahun, telah memperkuat klub besar Tehran, Esteghlal, sejak tahun lalu. Di tengah situasi krisis, ia berupaya keras untuk kembali ke Spanyol. Namun, serangan udara yang dilakukan oleh Israel dan AS membuat perjalanan dengan pesawat tidak mungkin dilakukan.

Akibatnya, Munir harus melakukan perjalanan darat menggunakan mobil selama 16 jam untuk mencapai perbatasan Turki. Dari sana, ia akan melanjutkan perjalanan ke Spanyol. Sebelumnya, Munir bersama rekan setimnya, Ivan Sanchez, yang juga bermain di klub lain di Iran, Sepahan, berencana untuk pulang dengan pesawat.

Namun, penerbangan tersebut dibatalkan setelah terjadi serangan udara ke Tehran. Akibatnya, mereka terpaksa beralih ke jalur darat untuk evakuasi.

Media berbahasa Arab, Asharq Al Awsat, melaporkan bahwa proses evakuasi Munir dinilai sebagai kejadian “gila” yang mirip dengan skenario film-film.

“Esteghlal harus menyediakan sopir untuk pemain tersebut, yang melakukan perjalanan darat yang melelahkan selama 16 jam menuju perbatasan Turki,” tulis laporan tersebut.

Sumber-sumber mengonfirmasi bahwa Munir tiba di Turki dalam kondisi aman dan sehat. Peristiwa ini terjadi di tengah penangguhan Liga Iran dan kepergian para pemain sepak bola Spanyol dari negara tersebut sesuai dengan rekomendasi Kementerian Luar Negeri Spanyol.

Pemerintah Spanyol mendesak 158 warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut dengan segala cara yang tersedia karena konflik yang semakin memanas.

Federasi Sepak Bola Spanyol telah mengaktifkan tim krisis untuk mendukung para pemain dan pelatih di wilayah yang terdampak. Mereka melakukan komunikasi khusus dan koordinasi berkelanjutan dengan kedutaan besar.

Beberapa jam setelah spekulasi tentang keamanannya di Iran beredar, Munir El Haddadi akhirnya mengonfirmasi kondisinya melalui akun Instagram.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas pesan dan kepedulian kalian terkait situasi saya di Iran,” tulis pemain jebolan La Masia yang pernah menjadi rekan setim Lionel Messi.

“Rencana saya adalah meninggalkan negara tersebut dengan pesawat, tetapi pada akhirnya, kami dievakuasi dan tidak dapat lepas landas.”

“Klub memberikan saya mobil untuk meninggalkan negara tersebut melalui darat, dan berkat itu, saya dapat menyeberangi perbatasan tanpa masalah.”

“Saat ini saya aman di Turki dan akan tiba di Spanyol dalam beberapa jam ke depan.”

“Terima kasih kepada semua orang atas kebaikan kalian,” lanjut pemain yang meninggalkan Barca pada 2019 itu.

Pos terkait