Drone Iran Serang Kilang Minyak Saudi, Akibat Serangan AS dan Israel

108893214 Saudiminyak 2
108893214 Saudiminyak 2

Serangan Drone Iran ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Sebuah insiden serangan drone Iran terhadap fasilitas minyak milik Aramco di Ras Tanura, Arab Saudi, terjadi pada Senin pagi (2/3/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran di kompleks kilang yang akhirnya berhasil dipadamkan. Seorang koresponden melaporkan bahwa api telah dipadamkan berdasarkan informasi dari sumber terkait.

Laporan menyebutkan bahwa kebakaran kecil yang terisolasi sempat muncul di area kilang sebelum akhirnya dapat dikendalikan. Dalam laporan resmi, dua drone yang mencoba menyerang kilang Ras Tanura dicegat dan dihancurkan. Jurubicara kementerian pertahanan menyebutkan bahwa kebakaran terjadi akibat pecahan peluru yang jatuh selama operasi intersepsi, tanpa korban sipil. Namun, pecahan peluru tersebut juga jatuh di dekat warga sipil.

Insiden ini juga terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan situasi yang sedang berlangsung. Akibat serangan tersebut, Aramco menutup sementara kilang Ras Tanura sebagai tindakan pencegahan. Sumber industri mengatakan bahwa situasi saat ini terkendali.

Ras Tanura merupakan salah satu pusat penyulingan dan ekspor minyak utama Arab Saudi. Kilang ini memiliki kapasitas hingga 550.000 barel per hari (bph), menjadikannya salah satu yang terbesar di kawasan Timur Tengah. Fasilitas energi yang sangat dijaga ini pernah menjadi target serangan pada September 2019, ketika serangan drone dan rudal mengguncang produksi minyak negara tersebut.

Serangan Balasan Iran ke AS dan Israel

Sebelum insiden di Ras Tanura, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menewaskan beberapa pemimpin Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Teheran merespons dengan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset AS, serta beberapa negara Teluk.

Serangan Iran telah meluas ke berbagai wilayah, termasuk Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA. Salah satu teknologi yang digunakan adalah rudal hipersonik, yang berhasil menghindari lebih dari 10 pencegat sebelum menembus sasaran. Video viral menunjukkan rudal hipersonik Iran menghindari pencegat sebelum berhasil menyerang sasarannya.

Video tersebut menarik perhatian global dan menunjukkan garis-garis cahaya yang melintasi langit malam saat rudal pertahanan mencoba mencegat proyektil yang datang. Rekaman tersebut dibagikan dengan keterangan bahwa rudal hipersonik Iran mampu menghindari lebih dari 10 roket pencegat untuk mengenai sasaran.

Konfrontasi Militer yang Memanas

Konfrontasi antara AS, Israel, dan Iran telah berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas. Awalnya dimulai dengan serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap target militer Iran, termasuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini memicu serangan balasan dari Iran yang menargetkan berbagai negara di kawasan.

Dalam konteks ini, Komando Pusat AS mengklaim bahwa mereka telah menghancurkan markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Dalam pernyataan resmi, komando tersebut menyebutkan bahwa IRGC telah membunuh lebih dari 1.000 warga Amerika selama 47 tahun terakhir. Serangan besar-besaran AS disebut sebagai “memenggal kepala ular” yang dimaksudkan untuk melumpuhkan struktur militer Iran.

Video yang menyertainya menunjukkan rudal diluncurkan dari kapal Angkatan Laut AS sebelum menghantam apa yang tampak seperti kompleks perkotaan, menghancurkannya hingga menjadi puing-puing. Komando tersebut menegaskan bahwa AS memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar.

Pernyataan Trump Mengenai Kampanye Militer

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan gabungan AS dan Israel dapat berlanjut selama berminggu-minggu. Ketika ditanya tentang durasi serangan, Trump menjelaskan bahwa pihaknya bermaksud melakukan serangan selama empat hingga lima minggu. Ia menegaskan bahwa AS memiliki amunisi dalam jumlah besar dan menyimpannya di berbagai negara.


Pos terkait