Dua Bulan Perburuan Pembunuh di Inhil Belum Terungkap, Keluarga Minta Kapolda Intervensi

Tkptkepre
Tkptkepre

Kasus Pembunuhan yang Masih Membuat Keluarga Tidak Tenang

Kasus pembunuhan yang menimpa C. Adventus J. Hutasoit, 47 tahun, masih menjadi misteri dan membuat keluarga korban gelisah. Peristiwa ini terjadi di Dusun Plasma, Desa Pancur, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di jalan depan pondok miliknya dalam areal perkebunan kelapa sawit pada Rabu (14/1/2026).

Korban meninggal dengan sejumlah luka di bagian leher dan kepala. Keluarga meyakini bahwa Hutasoit dibunuh secara sadis. Hal ini diungkapkan oleh Gaya Hutasoit, abang kandung korban yang tercatat sebagai warga Kota Pekanbaru. Keyakinan itu berdasarkan luka mengerikan pada jasad korban.

“Keluarga meyakini adik kami dibunuh secara sadis. Ada beberapa tebasan benda tajam di leher bagian belakang dan kepala,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima. Ia menduga kuat pelaku mengetahui kondisi sehari-hari adiknya yang hidup sendiri di pondok.

Dari fakta lapangan yang diketahui, terdapat indikasi bahwa pembunuhan itu berencana. Pihak keluarga ikut berupaya mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seputar tewasnya korban. Tujuannya untuk membantu pihak kepolisian dalam bekerja.

Ia mengaku keluarga amat sedih karena pelaku belum juga ditangkap. Bahkan khawatir jika akhirnya pelaku tak kunjung terungkap sampai bertahun-tahun.

“Sudah hampir dua bulan pelakunya belum juga ditangkap. Keluarga selama ini tidak bisa tenang, khawatir dan gelisah memikirkan bagaimana ujung dari masalah ini nanti,” ujarnya. Ia berharap polisi segera menangkap pelaku. Ia juga mendesak Kepala Kepolisian Daerah Riau turun tangan dalam penanganannya.

“Kami mohon Bapak Kapolda turun tangan untuk memberi rasa keadilan kepada keluarga. Kami yakin kalau Bapak Kapolda yang turun tangan, pasti pelakunya ditangkap,” pungkasnya.

Proses Penyelidikan yang Masih Berlangsung

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hilir, AKBP. Farouk Oktora menyatakan bahwa perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan pelaku. Beberapa langkah telah dilakukan.

“Masih proses penyelidikan pelaku, sudah sekitar 17 saksi yang kita periksa, kita sudah olah TKP dengan melibatkan laboratorium forensik Polda Riau,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin malam.

Proses penyelidikan ini terus berjalan dengan upaya pihak kepolisian untuk menemukan pelaku pembunuhan tersebut. Meski begitu, keluarga korban masih merasa gelisah dan berharap agar kasus ini dapat segera terungkap.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Oleh Pihak Kepolisian

  • Pemeriksaan terhadap 17 saksi
  • Olah tempat kejadian perkara (TKP)
  • Melibatkan laboratorium forensik Polda Riau untuk analisis lebih lanjut
  • Terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku

Pos terkait