PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan bahwa dua kapal tanker yang dimiliki perusahaan masih berada di kawasan Teluk Persia, meskipun situasi politik dan militer di kawasan tersebut sedang memanas akibat konflik antara Israel dan Iran. Perusahaan menegaskan bahwa mereka terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan keselamatan awak kapal serta kelancaran distribusi energi.
Pelaksana tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa saat ini ada empat kapal yang sedang beroperasi di wilayah tersebut. Dua dari kapal-kapal tersebut masih berada di area Teluk Persia, yaitu Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro. Sementara itu, dua kapal lainnya telah berpindah ke lokasi yang lebih aman. Salah satunya adalah PIS Rinjani yang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sementara yang lain, PIS Paragon, sedang melakukan pembongkaran muatan di Oman.
“Saat ini, tim armada kami sedang menjalin komunikasi intensif dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega melalui keterangan tertulis pada Senin, 2 Maret 2026.
Menurut informasi yang diberikan oleh Vega, Kapal Gamsunoro sedang dalam proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak. Sementara itu, Kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan pemuatan di Ras Tanura, Arab Saudi, namun masih berada di kawasan Teluk Persia. Manajemen PIS menargetkan kedua kapal tersebut dapat segera meninggalkan area berisiko, sambil terus memantau perkembangan situasi selama 24 jam penuh.
Selain fokus pada operasional armada, PIS juga memastikan bahwa kondisi pekerja di kantor cabang Timur Tengah tetap aman. Perusahaan memiliki entitas PIS Middle East yang berbasis di Dubai, dengan sekitar 30 karyawan beserta keluarga. Vega menyampaikan bahwa seluruh pekerja tersebut dalam keadaan selamat dan mengikuti arahan dari perwakilan Indonesia di sana, termasuk imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan serta melapor jika terjadi keadaan darurat.
Pertamina International Shipping juga menyatakan bahwa mereka telah berkoordinasi secara intensif dengan pengelola kapal dan otoritas maritim setempat guna memperkuat langkah antisipasi. Komunikasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan Indonesia di Abu Dhabi dan Dubai.
Langkah-langkah yang Diambil Oleh PIS
- Pemantauan 24 jam: PIS terus memantau situasi di kawasan Teluk Persia melalui tim yang bekerja 24 jam non-stop.
- Koordinasi dengan pihak lokal: Perusahaan menjalin komunikasi intensif dengan pengelola kapal dan otoritas maritim setempat.
- Pemindahan kapal ke lokasi aman: Dua kapal telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman seperti Khor Fakkan dan Oman.
- Keamanan karyawan: Seluruh karyawan di kantor cabang Timur Tengah dalam keadaan aman dan mengikuti arahan perwakilan Indonesia.
- Koordinasi dengan pemerintah: PIS berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan Indonesia di Abu Dhabi dan Dubai untuk memastikan langkah-langkah yang diambil sesuai dengan protokol keamanan.
Dengan situasi yang terus berkembang, PIS tetap menjaga kesiapan dan responsivitas dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di kawasan Teluk Persia.





