Kebakaran di Dua Lokasi Berbeda Menggegerkan Warga Banjarmasin
Kota Banjarmasin kembali dihebohkan oleh dua peristiwa kebakaran yang terjadi pada hari Senin (1/3/2026). Kedua kejadian tersebut berlangsung di kawasan Pekapuran Raya dan Tembus Mantuil, dengan masing-masing menimbulkan kerugian yang cukup besar. Berikut adalah rangkuman detail dari kedua peristiwa tersebut.
Kebakaran di Jalan Pekapuran Raya
Pertama kali terjadi di kawasan RT 20, Gang Melati 3, Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin. Pada pukul 08.24 Wita, sebuah rumah milik H Bali, seorang pengusaha burung hias, tiba-tiba terbakar. Api dengan cepat berkobar di dalam rumah, sehingga memicu kepanikan warga sekitar.
Sejumlah unit pemadam kebakaran bersama relawan BPK segera tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Salah satu warga setempat, H Mahlan, mengatakan bahwa ia melihat api sudah besar saat pertama kali melihatnya. Ia langsung mencoba menyiram api menggunakan alat yang ada di sekitarnya.
Meski api berhasil dipadamkan, kecepatan penyebarannya membuat seluruh isi rumah ludes terbakar. Atap rumah rusak parah, dapur porak-poranda, ruang tamu dan seluruh perkakas tidak terselamatkan, kecuali dinding rumah yang terbuat dari semen.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, istri H Bali mengalami luka bakar di tangan dan segera dilarikan oleh warga ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kebakaran di Jalan Tembus Mantuil
Peristiwa kebakaran kedua terjadi di Jalan Tembus Mantuil Lokasi III, Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan. Kebakaran terjadi pada pukul 10.23 Wita, ketika seluruh isi bangunan usaha laundry hangus dilalap api. Mulai dari sejumlah unit mesin cuci, pakaian pelanggan, hingga ruang belakang terbakar.
Menurut Isa, salah satu pekerja laundry, kebakaran diduga bermula dari salah satu mesin cuci. Korsleting pada regulator mesin disebut sebagai penyebab munculnya api yang kemudian membesar dengan cepat.
“Regulatornya meledak langsung menyala itu api,” ujar Isa.
Api dengan cepat membakar mesin cuci dan merembet ke seluruh ruangan. Petugas pemadam bersama sejumlah unit BPK segera melakukan upaya pemadaman. Meski api berhasil dipadamkan, sebagian besar isi bangunan tidak dapat diselamatkan. Pakaian pelanggan rusak terbakar, hanya sebagian kecil yang terselamatkan. Beberapa unit mesin cuci hangus, atap bangunan pun runtuh menyisakan arang.
Sana, pekerja laundry lainnya, menjelaskan bahwa kecepatan penyebaran api disebabkan oleh bahan plastik yang mudah terbakar.
“Karena pelastik jadi cepat dia menyebarnya,” tambah Sana.
Kesimpulan
Dua peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Banjarmasin menggambarkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran. Dengan kejadian seperti ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan memperhatikan kondisi peralatan elektronik serta menjaga lingkungan agar tidak menjadi sumber bahaya.





