Korban Ledakan Petasan di Ponorogo Dirawat Intensif di Rumah Sakit
Dua korban yang selamat dari ledakan petasan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, kini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD dr Harjono Ponorogo. Kedua korban tersebut adalah berinisial A dan H. Mereka merupakan warga dari dua desa berbeda, yaitu A berasal dari Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, sedangkan H berasal dari Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman.
Kondisi Kesehatan Korban A dan H
Menurut informasi dari Humas RSUD dr Harjono Ponorogo, Sugiyanto, pasien berinisial A masih dirawat di ICU (Intensive Care Unit) rumah sakit. Dokter telah melakukan operasi terhadap A pada Minggu (1/3/2026) malam pukul 21.00 WIB. Saat ini, A masih membutuhkan perawatan intensif, termasuk penggunaan alat bantu pernapasan.
Secara medis, A mengalami luka bakar sebesar 36 persen. Luka tersebut menyebar di area wajah, leher, tangan, dan kaki. Menurut Sugiyanto, luka di bagian leher sangat berisiko karena melibatkan pembuluh darah besar serta pusat saraf pernapasan. Untuk itu, pihak rumah sakit memberikan perawatan intensif dengan harapan kondisi A dapat segera membaik.
Sementara itu, korban berinisial H mengalami luka bakar sekitar 16 persen. Meski luka lebih ringan dibandingkan A, H dalam kondisi sadar dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari. Motoriknya baik, dan perawatan yang diberikan hari ini dinilai cukup baik. H hanya membutuhkan perawatan rutin seperti pembersihan luka setiap hari. Luka tersebut terletak di wajah, tangan sebelah kanan, dan area dada.
Peristiwa Ledakan Petasan di Rumah Minten
Ledakan petasan terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore menjelang waktu berbuka puasa. Kejadian tersebut terjadi di rumah milik Minten, seorang warga Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Akibat ledakan tersebut, rumah Minten mengalami kerusakan parah.
Dalam peristiwa ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban tewas adalah seorang remaja berusia 15 tahun. Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka bakar dan kini dirawat di RSUD dr Harjono Ponorogo.
Penyelidikan oleh Polisi
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ledakan tersebut. Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur telah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan mendalam. Mereka mencari tahu penyebab ledakan dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan.
Proses Pemulihan dan Harapan
Sugiyanto menegaskan bahwa A dan H datang ke rumah sakit secara terpisah. Pasien A datang dalam kondisi sadar, namun memiliki luka yang tersebar di beberapa bagian tubuh. Sementara itu, H dalam kondisi lebih stabil dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari.
Kedua korban kini tengah menjalani proses pemulihan. Semoga dengan perawatan yang intensif dan tepat, kondisi mereka segera membaik dan bisa kembali pulih sepenuhnya.





