Dua Rumah Lansia 70 Tahun di Sinjai Ludes Terbakar, Uang dan 40 Karung Padi Hangus

Kebakaran Hanguskan Dua Unit Rumah di Sinjai



Kebakaran yang terjadi di Dusun Barang, Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menghanguskan dua unit rumah pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Lokasi kejadian berjarak sekitar 17 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sinjai dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Sinjai, Agung Prayogo, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. “Benar, kejadiannya sekitar pukul 20.00 Wita,” ujarnya melalui WhatsApp kepada Tribun-Timur pada malam hari.

Menurut Agung, api pertama kali diketahui oleh warga bernama Rahman yang melihat kepulan asap dan kobaran api dari arah dapur rumah permanen milik korban. Rahman segera memberi tahu warga sekitar untuk segera melakukan penanganan awal agar api tidak semakin meluas.

“Warga setempat langsung melakukan penanganan awal untuk mencegah api semakin meluas,” jelasnya.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa api berasal dari korsleting listrik di bagian dapur rumah permanen tersebut. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke rumah panggung berbahan kayu yang berada di sampingnya. Material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat melahap sebagian besar bangunan sebelum petugas tiba di lokasi.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Sinjai tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 Wita setelah menerima laporan dari warga. Petugas langsung melakukan penyemprotan dan pendinginan di titik-titik yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Setelah proses pemadaman berlangsung, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam. “Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif,” ujar Agung.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan cukup parah. Selain bangunan, sejumlah harta benda milik korban turut hangus terbakar, seperti uang tunai sebesar Rp10 juta dan 40 karung padi.

“Total kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp120 juta,” tambah Agung.

Penyebab Kebakaran dan Tindakan Pencegahan

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di area dapur. Hal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, terutama di rumah-rumah yang memiliki struktur bangunan yang rentan terhadap api.

Agung juga menekankan perlunya kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran. “Masyarakat perlu lebih waspada dan memastikan alat-alat keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR) tersedia di rumah,” katanya.

Selain itu, pihak dinas juga sedang memperkuat edukasi tentang pencegahan kebakaran melalui sosialisasi dan pelatihan kepada warga. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan.



Kebakaran ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat bahwa kesadaran akan keamanan dan kebersihan lingkungan sangat penting. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, potensi bencana bisa diminimalisir.

Kesimpulan

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Lamatti Riattang merupakan momok yang harus diwaspadai. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materi yang dialami korban cukup besar. Dengan adanya kesadaran dan tindakan preventif, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman kebakaran.

Pos terkait