Dua Tahun Lalu, BPS Tana Tidung Mulai Persiapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk UMKM

Aa1wimno
Aa1wimno

Persiapan Sensus Ekonomi 2026 di Tana Tidung

Badan Pusat Statistik (BPS) Tana Tidung sedang mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah, khususnya sektor non-pertanian. Sensus ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan berfokus pada data usaha yang ada di wilayah tersebut.

Tahapan Persiapan Sensus Ekonomi

Persiapan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak dua tahun terakhir. Kepala BPS Tana Tidung, Ahmad Sani Setiawan atau yang akrab disapa Iwan, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Pihak BPS pusat telah melakukan koordinasi dengan berbagai asosiasi dan lembaga terkait melalui forum koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Tujuannya adalah agar pelaksanaan sensus dapat berjalan sukses.

Selanjutnya, tahapan persiapan diturunkan ke daerah dengan penguatan daftar usaha berdasarkan survei-survei dan sensus sebelumnya. Data pelaku UMKM juga digabungkan, termasuk dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), yang dikumpulkan di tingkat pusat dan kemudian di-breakdown sesuai alamat masing-masing daerah.

Tahun lalu, BPS Tana Tidung telah melakukan updating data, dan tahun ini diperkuat lagi untuk memastikan apakah usaha tersebut masih hidup atau sudah tutup. Untuk itu, petugas turun ke lapangan untuk mengecek langsung.

Sasaran dan Tujuan Sensus Ekonomi

Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah, mulai dari jumlah usaha hingga karakteristiknya. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berapa jumlah usaha, besar, menengah, kecil, mikro, serta data permodalan dan aset.

Data tersebut sangat penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, termasuk pembinaan pelaku UMKM dan perizinan usaha. Dengan mengetahui struktur usaha, pemerintah dapat menyesuaikan program agar tepat sasaran.

Bagi pelaku usaha, data sensus ekonomi juga bermanfaat untuk melihat peluang pasar. Misalnya, jika seseorang ingin membuka usaha minuman, data bisa memberikan informasi mengenai kecamatan mana yang belum memiliki usaha serupa atau memiliki pangsa pasar yang lebih besar.

Tantangan dalam Pelaksanaan Sensus

Salah satu tantangan dalam pelaksanaan sensus ekonomi adalah mendata pelaku usaha yang beroperasi secara daring tanpa lokasi fisik jelas. Saat ini, banyak pelaku usaha yang berdagang online dengan gudang di Jakarta tetapi menjual produknya di Tana Tidung. Hal ini membutuhkan kejujuran responden.

Iwan menegaskan bahwa BPS tidak memiliki kaitan dengan pajak dan menjamin kerahasiaan data responden. “Saya tegaskan, BPS tidak ada hubungannya dengan pajak. Jangan takut. BPS dilindungi undang-undang, tidak boleh mengeluarkan data individu,” tegasnya.

Data yang dikumpulkan tidak akan dipublikasikan secara personal, dan sistem pendataan menggunakan aplikasi yang dirancang aman. “Begitu data di-upload, hilang dari handphone petugas. Tidak bisa dibuka lagi. Data hanya berlaku untuk periode tertentu dan dijaga kerahasiaannya,” ujar Iwan.

Kondisi Saat Ini

Saat ini, BPS Tana Tidung masih menunggu arahan dari pusat terkait perekrutan mitra atau petugas pendata lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Proses ini menjadi langkah penting dalam memastikan kelancaran pelaksanaan sensus.

Pos terkait