Dua Tanker Diserang, Perang AS-Israel Ancam Lalu Lintas Selat Hormuz

Aa1xiyu1 1
Aa1xiyu1 1



JAKARTA — Dua kapal tanker mengalami serangan di dekat mulut Teluk Persia, yang memicu kekhawatiran akan gangguan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur ini merupakan jalur pelayaran terpenting di dunia untuk distribusi minyak dan gas alam cair (LNG).

Insiden pertama terjadi di utara Oman, sementara insiden kedua terjadi lebih jauh ke selatan. Otoritas Keamanan Maritim Oman mengonfirmasi bahwa salah satu kapal yang diserang adalah Skylight, sebuah kapal kecil yang diketahui masuk daftar sanksi AS. Kapal kedua, MKD Vyom, dilaporkan diserang sekitar 50 mil dari pantai Oman.

UK Maritime Trade Operations (UKMTO), yang bertindak sebagai penghubung antara angkatan laut dan pelayaran niaga, melaporkan bahwa sebuah kapal tak dikenal terkena proyektil yang menyebabkan kebakaran. Setelah api berhasil dipadamkan, kapal tersebut diidentifikasi oleh Joint Rescue Coordination Centre Norwegia di Stavanger sebagai MKD Vyom.

MKD Vyom memiliki kapasitas angkut sekitar 74.000 deadweight ton (DWT). Dua insiden ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan maritim, khususnya dalam konteks konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran. Respons Iran berupa serangan balasan telah memperburuk ketegangan di kawasan.

Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur ini menangani sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan proporsi serupa untuk LNG. Pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat, sejumlah kapal melaporkan menerima siaran radio yang mengatasnamakan angkatan laut Iran. Siaran tersebut menyatakan larangan transit melalui perairan tersebut.

Meski Iran telah mengancam kapal-kapal AS, belum ada pengumuman resmi mengenai penutupan jalur pelayaran tersebut. Dalam pembaruan terpisah pada Minggu, UKMTO menegaskan bahwa tidak ada pemberitahuan resmi tentang penutupan Selat Hormuz melalui saluran hukum yang sah. Komunikasi radio, menurut UKMTO, tidak dapat dianggap sebagai deklarasi penutupan yang diakui secara internasional.

Kapal Skylight Diserang

Terdapat dua kapal dengan nama Skylight, tetapi hanya satu yang terdeteksi berada di lepas pantai Oman. Kapal ini dikenai sanksi oleh United States Department of the Treasury pada tahun lalu karena dianggap memfasilitasi ekspor minyak Iran.

Sebanyak 20 awak kapal telah dievakuasi, dan empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. Belum ada informasi yang jelas mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Skylight. United States Central Command belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Skylight termasuk kapal kecil dengan kapasitas sedikit di atas 11.000 DWT. Sebagai perbandingan, kapal tanker minyak mentah terbesar di dunia memiliki kapasitas lebih dari 300.000 DWT.

Basis data maritim Equasis mencatat bahwa kapal tersebut berbendera Palau. Negara tersebut dikategorikan sebagai berisiko menengah dalam daftar pengawasan yang diterbitkan oleh Paris Memorandum on Port State Control, lembaga yang mengawasi inspeksi kapal dan mendorong standar keselamatan pelayaran.

Pos terkait