JAKARTA — Republik Islam Iran mengecam sikap beberapa negara Arab yang mengkritik Teheran, setelah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Iran menegaskan bahwa serangan tersebut tidak ditujukan kepada negara-negara tetangga, melainkan kepada militer AS yang menggunakan wilayah mereka sebagai basis operasi.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan bahwa tindakan militer yang dilakukan Teheran merupakan bentuk perlawanan terhadap serangan sebelumnya yang dilakukan AS bersama Israel dari pangkalan-pangkalan di kawasan tersebut.
“Kami tidak menyerang negara-negara tetangga. Musuh kami adalah Amerika Serikat dan Zionis Israel,” ujar Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, dalam sejarah Republik Islam Iran tidak pernah ada catatan agresi terhadap negara-negara Arab di kawasan. Namun, ia menilai AS selama ini memanfaatkan wilayah negara-negara Teluk untuk membangun pangkalan militer yang digunakan untuk mengintimidasi Iran.
Boroujerdi menyebutkan bahwa dari pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah Arab itulah rudal-rudal ditembakkan ke Iran bersama Israel. Karena itu, Teheran merasa memiliki hak untuk membalas dengan menargetkan fasilitas militer AS yang menjadi titik awal serangan.
“Kami menggunakan hak kami untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan yang menjadi sumber serangan terhadap Iran. Kami tetap memiliki hubungan yang sangat baik dengan negara-negara tetangga. Namun mereka membiarkan AS menggunakan pangkalannya untuk menyerang kami,” kata dia.
Perang terbuka antara Iran melawan Israel dan AS pecah sejak Sabtu (28/2/2026). Serangan awal dilakukan dengan pemboman ke Ibu Kota Teheran yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, beserta sejumlah jenderal dan pejabat tinggi militer Iran.
Serangan gabungan AS-Israel kemudian meluas ke 24 provinsi di Iran. Hingga hari ketiga, Senin (2/3/2026), jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai sedikitnya 550 orang, dengan mayoritas korban merupakan warga sipil.
Iran menyatakan tetap bertahan dan melakukan perlawanan. Selain membalas ke wilayah pendudukan Israel, Teheran juga meluncurkan drone dan rudal berdaya ledak besar ke sejumlah pangkalan militer AS yang berada di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, serta Arab Saudi.
Langkah tersebut memicu reaksi keras dari beberapa negara Arab yang wilayahnya menjadi lokasi pangkalan militer AS. Sejumlah negara bahkan mengancam akan membantu AS dan Israel dalam operasi militer terhadap Iran.
Meski demikian, Teheran kembali menegaskan bahwa sasaran utamanya adalah militer AS dan Israel, bukan negara-negara Arab di kawasan.
Perkembangan Konflik Terkini
-
Serangan Balasan Iran
Iran meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di wilayah Teluk. Serangan ini dilakukan dengan menggunakan drone dan rudal berdaya ledak tinggi. Target utamanya adalah fasilitas militer AS yang digunakan sebagai basis operasi untuk menyerang Iran. -
Korban Jiwa dan Kerusakan
Dalam tiga hari pertama konflik, jumlah korban jiwa mencapai 550 orang. Mayoritas korban berasal dari kalangan warga sipil. Kerusakan infrastruktur juga terjadi di berbagai wilayah Iran yang menjadi target serangan. -
Reaksi Negara-Negara Arab
Beberapa negara Arab yang menjadi tempat pangkalan militer AS mengeluarkan pernyataan keras terhadap tindakan Iran. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam konflik antara Iran, AS, dan Israel. -
Pernyataan Iran
Iran menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah militer AS dan Israel. Mereka menekankan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang negara-negara Arab di kawasan.
Tantangan dan Perspektif Masa Depan
-
Stabilitas Regional
Konflik ini memicu ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Teluk. Stabilitas regional menjadi ancaman yang serius, terlebih jika konflik berlanjut tanpa solusi damai. -
Peran Internasional
Dunia internasional mulai memperhatikan perkembangan situasi ini. Beberapa negara besar seperti Rusia dan Tiongkok telah mengeluarkan pernyataan yang menekankan pentingnya dialog dan penyelesaian damai. -
Dampak Ekonomi
Kenaikan ketegangan di kawasan Teluk berpotensi memengaruhi pasokan energi global. Hal ini dapat berdampak pada harga minyak dan stabilitas ekonomi dunia.
Kesimpulan
Konflik antara Iran, AS, dan Israel terus berlangsung dengan intensitas yang meningkat. Iran menegaskan bahwa tindakan mereka adalah bentuk perlawanan terhadap agresi yang dilakukan oleh AS dan Israel. Meskipun demikian, negara-negara Arab di kawasan masih mencoba menjaga netralitas mereka. Situasi ini membutuhkan upaya diplomasi yang lebih kuat untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.





