Dubes Iran Puji Niat Prabowo, Tapi Sebut Tak Ada Pembicaraan dengan AS yang Bermanfaat

1650955544090 Jubir Iran 2
1650955544090 Jubir Iran 2

Iran Menyambut Tawaran Mediasi Indonesia, Namun Meragukan Efektivitas Perundingan dengan Amerika Serikat

Iran menyambut baik tawaran mediasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, namun secara bersamaan menilai bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat saat ini tidak efektif. Dalam pernyataannya, Iran berharap adanya dukungan dari negara-negara Islam melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam serangan yang dinilai melanggar hukum internasional.

Selain itu, Iran juga menyerukan kampanye global bertajuk “Katakan Tidak pada Perang” sebagai bentuk tekanan moral terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di kawasan tersebut semakin memanas pasca-serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Respons diplomatik dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai muncul dalam upaya menciptakan perdamaian.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Tawaran tersebut mendapat tanggapan langsung dari Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026), Boroujerdi menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Pemerintah Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih atas kesediaan Indonesia memfasilitasi dialog di tengah eskalasi konflik. Namun, ia menilai bahwa peluang mediasi saat ini belum menjanjikan hasil konkret.

“Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” tegas Boroujerdi. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap skeptis Teheran terhadap efektivitas diplomasi dengan Washington dalam konteks konflik terkini.

Harapan pada Negara-Negara Islam

Meski meragukan efektivitas perundingan dengan Amerika Serikat, Boroujerdi mendorong solidaritas dari negara-negara mayoritas Muslim. Ia berharap serangan terhadap Iran dipandang sebagai tindakan ilegal berdasarkan hukum internasional, yakni seperangkat aturan yang mengatur hubungan antarnegara dan melarang agresi bersenjata tanpa dasar yang sah.

Iran juga meminta dukungan melalui forum multilateral seperti OKI, organisasi yang mewadahi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, serta PBB, lembaga internasional yang berfungsi menjaga perdamaian dan keamanan global. Menurut Boroujerdi, langkah kolektif melalui organisasi tersebut penting untuk menekan eskalasi konflik dan mendorong penghormatan terhadap hukum internasional.

Kampanye Tolak Perang

Selain jalur diplomasi formal, Iran juga menyerukan dukungan moral dalam bentuk kampanye global menolak perang. “Dan ketiga, agar menjalankan kampanye ‘Katakan Tidak pada Perang’ dan menolak perang di seluruh dunia serta menunjukkan penentangan mereka terhadap segala jenis peperangan,” ujarnya.

Niatan Prabowo Jadi Mediator

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pernyataan resmi ini menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan militer AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran.

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Indonesia mendesak seluruh pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi. “Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri di X.

“Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi,” tambah pernyataan itu.


Pos terkait