Dubes Iran Sebut Serangan Kapal Induk AS Alasan Tutup Selat Hormuz

Aa1w63gi 2
Aa1w63gi 2

Peran Selat Hormuz dalam Distribusi Minyak Global

Selat Hormuz merupakan jalur penting dalam distribusi minyak global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melalui jalur ini. Keputusan Iran untuk menutup selat tersebut memiliki dampak besar terhadap stabilitas pasar energi global. Menurut pernyataan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, penutupan ini disebabkan oleh serangan kapal induk Amerika Serikat (AS) yang dilakukan bersama dengan Israel.

Pernyataan ini disampaikan oleh Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/3). Ia menjelaskan bahwa Iran telah lama menjadi pihak yang memastikan keamanan lalu lintas kapal di kawasan Selat Hormuz. Namun, serangan Israel dan AS ke Iran beberapa hari belakangan menjadi alasan utama bagi Iran untuk mengambil tindakan tegas, termasuk menutup selat tersebut.

Perspektif Iran Mengenai Keamanan di Selat Hormuz

Boroujerdi menekankan bahwa Iran selama ratusan tahun telah menjadi penjaga keamanan di kawasan Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa Iran tidak ingin ada ketidakamanan terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh rezim zionis dan AS adalah upaya untuk menciptakan ketidakstabilan.

Dalam konteks perang sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari, Israel berusaha agar Selat Hormuz tidak aman dengan memperluas konflik ke arah selat tersebut. Kapal-kapal induk Amerika turut serta dalam aksi tersebut, yang akhirnya memicu respons tegas dari pemerintah Iran. Boroujerdi menyebut bahwa kapal-kapal itu telah menyerang Iran.

Tindakan Tegas Pemerintah Iran

Menurut Boroujerdi, kapal-kapal induk Amerika yang datang ke wilayah Selat Hormuz dan menyerang integritas serta kesatuan Iran menjadi alasan utama penutupan selat tersebut. Ia menegaskan bahwa jika negara-negara lain mengharapkan keamanan di kawasan tersebut, maka keamanan harus diberlakukan secara adil bagi setiap negara.

”Jika mereka ingin aman, kami pun sama,” tegas Boroujerdi.

Korban Jiwa Akibat Serangan AS dan Israel

Serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel ke Iran telah menyebabkan kematian banyak pimpinan dan tokoh Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin agung Iran. Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan 555 warga sipil, di antaranya lebih dari 200 anak-anak sekolah dasar.

Data ini diungkap oleh Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menyatakan bahwa korban jiwa ini terjadi karena serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS di tengah-tengah perundingan. Karena itu, pemerintah Iran sangat kecewa atas tindakan kedua negara tersebut.

”Hingga saat ini saya berbicara dengan anda, 555 warga negara saya yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, termasuk lebih dari 200 anak kecil di sekolah dasar, serta banyak warga sipil yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan, telah gugur sebagai syahid,” ujar Boroujerdi.

Target Non Militer dalam Serangan

Boroujerdi menyebut bahwa korban sipil yang banyak terjadi karena serangan yang ditujukan ke objek non militer. Selain sekolah, setidaknya lima rumah sakit juga disebut sebagai target serangan. Ia menilai bahwa serangan tersebut bukan hanya melanggar komitmen bersama untuk berunding, tetapi juga bentuk ketidak hormatan terhadap bulan suci Ramadhan.

”Mereka tidak hanya tidak menghormati bulan suci Ramadhan, tetapi mereka juga tidak menghormati keadaan masyarakat yang sedang berpuasa. Mereka tidak menghormati anak-anak yang masih SD,” ujarnya.

Pos terkait