Dubes Iran Sebut Serangan Kapal Induk AS sebagai Alasan Tutup Selat Hormuz

Aa1wgbmi
Aa1wgbmi

Peran Selat Hormuz dalam Distribusi Minyak Global

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi minyak global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melalui jalur ini. Keputusan Iran untuk menutup selat tersebut memiliki dampak besar terhadap stabilitas pasar energi internasional. Menurut pernyataan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, penutupan selat tersebut disebabkan oleh serangan kapal induk Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini disampaikan oleh Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/3). Ia menjelaskan bahwa Iran telah lama menjadi penjamin keamanan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Serangan Israel bersama AS terhadap Iran beberapa hari terakhir menjadi alasan utama tindakan Iran untuk menutup selat tersebut. Apalagi setelah kapal induk Amerika turut serta dalam serangan itu.

”Iran telah menjadi pihak yang sejak ratusan tahun lalu memastikan keamanan di kawasan Selat Hormuz. Kami menjadi pengawas utama di sana dan tidak ingin ada ketidakamanan terjadi. Ini adalah upaya dari rezim zionis dan Amerika Serikat,” kata dia.

Serangan yang Memicu Tindakan Iran

Menurut Boroujerdi, dalam perang sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari, Israel berusaha agar Selat Hormuz tidak aman dengan menyeret perang ke arah selat tersebut. Kapal-kapal induk Amerika turut memicu tindakan tegas Pemerintah Iran dengan menutup selat tersebut. Ia menyebut, kapal-kapal itu telah menyerang Iran.

”Kali ini kapal-kapal induk Amerika yang datang ke wilayah Selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran, dan wilayah Republik Islam Iran. Jika mereka mengharapkan keamanan bagi Selat Hormuz dan wilayah di sana, tentu keamanan dan kenyamanan harus berlaku untuk setiap negara. Jika mereka ingin aman, kami pun sama,” tegas Boroujerdi.

Korban Jiwa Akibat Serangan AS dan Israel

Serangan Amerika dan Israel ke Iran telah menyebabkan sejumlah pimpinan serta tokoh Iran gugur, termasuk di antaranya Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin agung Iran. Tidak hanya itu, serangan tersebut juga menewaskan 555 warga sipil. Di antara ratusan korban tersebut, lebih kurang 200 diantaranya adalah anak-anak sekolah dasar.

Data tersebut diungkap oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/3). Menurut dia, ratusan korban itu menjadi korban serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS di tengah-tengah perundingan. Karena itu, Pemerintah Iran sangat kecewa atas tindakan Israel dan AS.

”Hingga saat ini saya berbicara dengan anda, 555 warga negara saya yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, termasuk lebih dari 200 anak kecil di sekolah dasar, serta banyak warga sipil yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan, telah gugur sebagai syahid,” kata Boroujerdi.

Target Serangan yang Melibatkan Objek Non Militer

Menurut dia, korban sipil sebanyak itu karena Israel dan AS menarget sejumlah objek non militer. Selain sekolah, setidaknya ada lima rumah sakit yang disebut oleh Boroujerdi turut ditarget. Serangan tersebut bukan hanya menyimpang dari komitmen bersama untuk berunding, melainkan juga bentuk tidak hormat Israel dan AS terhadap bulan suci Ramadhan.

”Mereka tidak hanya tidak menghormati bulan suci Ramadhan, tetapi mereka juga tidak menghormati keadaan masyarakat yang sedang berpuasa. Mereka tidak menghormati anak-anak yang masih SD,” ujarnya.

Pos terkait