Dubes Iran: Tak Ada Lagi Negosiasi dengan AS Pasca Serangan Sabtu

P07zm9b7 40
P07zm9b7 40

Iran Menolak Negosiasi dengan AS dan Israel

Di tengam konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran menyatakan bahwa tidak ada lagi ruang untuk negosiasi. Dalam pernyataannya, Iran menilai bahwa upaya damai yang ditawarkan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk Presiden Prabowo Subianto, tidak lagi relevan. Alih-alih mencari solusi melalui mediasi, Iran memilih untuk menggalang dukungan dari negara-negara Islam melalui organisasi-organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan harapan tersebut kepada negara-negara yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Iran. Salah satu negara yang disebut adalah Indonesia, yang sebelumnya telah menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik antara Iran dengan AS dan Israel.

Bacaan Lainnya

”Kami tentu menyampaikan apresiasi atas pesan dan kesiapan yang telah disampaikan oleh Indonesia. Namun, bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami, yaitu Amerika Serikat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/3).

Boroujerdi menekankan bahwa AS tidak pernah patuh pada kesepakatan yang dibuat. Ia menilai serangan terhadap Iran sebagai bukti nyata dari ketidakpatuhan tersebut. Menurutnya, tindakan itu ilegal dan layak mendapat kutukan dunia. Untuk itu, ia berharap negara-negara Islam dapat menggunakan seluruh kemampuan mereka melalui OKI dan PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran.

”Kami berharap negara-negara Islam menggunakan seluruh kemampuan dan potensinya di badan OKI dan juga PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran. Dan yang ketiga adalah kami berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, kampanye untuk menyatakan tidak kepada peperangan,” harapnya.

Tindakan AS yang Mengkhianati Proses Negosiasi

Dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi kembali menyinggung ihwal serangan AS bersama Israel terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi di tengah-tengah proses negosiasi. Meskipun sebelumnya serangan juga terjadi di tengah-tengah berlangsungnya negosiasi, AS dan Israel tetap mengambil tindakan yang dianggap provokatif oleh Iran.

”Tetapi lagi-lagi di tengah negosiasi, Amerika Serikat bersama dengan rezim zionis menyerang negara kami,” sesalnya.

Menurut Boroujerdi, tindakan tersebut menunjukkan bahwa AS tidak dapat dipercaya dan tidak pernah ada jaminan bahwa negosiasi akan berjalan tanpa adanya konflik. Ia menyebut bahwa negosiasi yang sudah menunjukkan tanda-tanda baik tetap diabaikan hanya karena provokasi dari Israel.

”Kami sudah tidak percaya kepada Amerika Serikat dan zionis Israel dikarenakan tidak ada jaminan bahwa di tengah negosiasi tidak terjadi perang dan mereka tidak menyerang Iran kembali,” imbuhnya.

Peran Negara-Negara Islam dalam Menciptakan Kedamaian

Dalam pernyataannya, Boroujerdi menekankan pentingnya peran negara-negara Islam dalam menciptakan kedamaian. Ia menilai bahwa keberadaan organisasi seperti OKI dan PBB dapat menjadi alat untuk menyuarakan dukungan terhadap Iran. Selain itu, ia juga mengajak negara-negara Islam untuk melakukan kampanye bersama yang menolak segala bentuk peperangan.

”Kami berharap negara-negara Islam bisa bekerja sama secara aktif dalam forum-forum internasional agar isu-isu yang berkaitan dengan Iran dapat diselesaikan secara damai,” tambahnya.

Dengan penekanan pada kerja sama internasional dan solidaritas antar negara Islam, Iran berharap dapat menemukan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi konflik yang terus berlangsung.

Pos terkait