Persib Bandung Siap Hadapi Derby Klasik Kontra Persebaya Surabaya
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan bahwa pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Senin (2/3/2026) bukan sekadar laga biasa. Ia menyebut pertandingan ini sebagai Derby Klasik yang akan ditentukan oleh kekuatan mental.
“Derby selalu berjalan ketat, keras, dan penuh emosi. Mungkin tidak selalu indah ditonton, tapi semua orang ingin menang. Ini soal mentalitas dan siapa yang lebih siap menghadapi tekanan,” ujar Bojan di Surabaya, Minggu (1/3/2026).
Waspadai Kebangkitan Bajul Ijo
Meski Persib memiliki rekor pertahanan terbaik, Bojan enggan meremehkan daya ledak lini depan Persebaya di bawah asuhan pelatih baru. Nama-nama seperti Bruno Moreira dan Gali Freitas menjadi perhatian serius.
“Persebaya punya pemain berkualitas. Terkadang mereka main bagus, terkadang tidak. Tapi mereka tim yang disiplin dan terorganisir.”
“Pertandingan besok akan menjadi pertarungan sulit di setiap lini,” lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.
Strategi Pemain ‘Versatile’ di Tengah Badai Cedera
Persib dipastikan tampil pincang tanpa Layvin Kurzawa, Julio Cesar, dan kondisi Marc Klok yang belum bugar 100 persen. Namun, Bojan tetap tenang karena memiliki pemain multifungsi seperti Eliano Reijnders dan Frans Putros.
“Alasan kami merekrut Eliano dan Frans adalah karena mereka bisa bermain di lima posisi berbeda. Kami butuh skuad yang dalam karena harus bermain di AFC Champions League Two. Ada 9 pertandingan tambahan dalam 5 bulan, rotasi adalah kunci,” jelasnya.
Bernardo Tavares Andalkan ‘Teror’ Bonek
Di kubu tuan rumah, pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengakui ketangguhan lini belakang Persib. Namun, ia optimis dukungan penuh Bonek dan Bonita di GBT akan menjadi pembeda.
“Persib punya pertahanan terkuat di liga, tapi kami juga kuat sebagai tim. Kami butuh energi dari Bonek untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain. Fokus tinggi adalah kunci, kesalahan sekecil apa pun akan berakibat fatal,” tegas Tavares.





