Dukcapil Denpasar Rekam KTP El Napi Lapas Kerobokan

Fileminimizer Badung Foto Hl 1
Fileminimizer Badung Foto Hl 1

Layanan Perekaman KTP-el di Lapas Kerobokan dan Sekolah

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Denpasar kembali menggelar layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di berbagai tempat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah perekaman KTP-el di Lapas Kerobokan, yang dilakukan pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada dua orang narapidana asal Denpasar.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk dari Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Putu Puji Astuti, menjelaskan bahwa layanan perekaman ini dilakukan atas permintaan dari pihak keluarga. “Kami memberikan pelayanan perekaman untuk dua orang napi. Itu atas permintaan pihak keluarga,” ujarnya.

Puji Astuti juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat sistem baru terkait pencetakan Kartu Keluarga (KK) revisi. Dalam sistem tersebut, jika dalam satu KK ada anggota keluarga yang belum melakukan perekaman, maka tidak akan bisa mencetak KK revisi. “Makanya keluarganya baru bersurat ke Capil untuk bisa merekam napi tersebut,” tambahnya.

Selain kegiatan di Lapas Kerobokan, Dukcapil Denpasar juga melakukan jemput bola di SMA Dwijendra. Dalam pelaksanaannya, tiga siswa melakukan perekaman untuk usia 17 tahun, sementara 29 siswa lainnya menyasar usia 16 tahun. “Total rekam di SMA Dwijendra ada 32 siswa. Ada juga rekam cetak 1 orang, dan aktivasi IKD menyasar 7 orang,” paparnya.

Upaya Meningkatkan Cakupan Perekaman KTP-el

Kepala Dukcapil Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata, menjelaskan bahwa kegiatan jemput bola ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan perekaman KTP-el di Denpasar. Ia menilai metode jemput bola sangat efektif, khususnya bagi masyarakat yang kesulitan mengurus dokumen administrasi kependudukan (Adminduk).

Dewa Juli menduga bahwa kebanyakan yang belum melakukan perekaman adalah lansia, disabilitas, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “Karena kalau usia masih muda misal 17 tahun mereka memerlukan banyak hal dan dokumen sehingga pasti akan melakukan perekaman,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada keluarga yang anggota keluarganya lansia, ODGJ, dan disabilitas serta belum melakukan perekaman untuk melapor ke Dukcapil atau melalui kadus/kaling. Nantinya, pihaknya akan melakukan jemput bola langsung ke rumah untuk melakukan perekaman.

“Harapan kami semua masyarakat memiliki identitas, biar tidak saat pengurusan BPJS karena sakit opname baru dimohonkan. Kami akan layani ke rumah kalau memang tidak bisa datang,” ungkapnya.

Pentingnya Identitas Kependudukan

Perekaman KTP-el tidak hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga penting untuk memastikan akses layanan kesehatan dan sosial. Dengan memiliki identitas yang lengkap, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan pemerintah dan lembaga terkait.

Dukcapil Denpasar terus berupaya untuk memastikan setiap warga memiliki dokumen kependudukan yang valid dan up-to-date. Melalui inisiatif seperti jemput bola dan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan penjara, Dukcapil berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.


Pos terkait