Dukung KJSU-KIA, RSUD Depati Bahrin Siapkan Cath Lab

Whatsapp Image 2024 01 15 At 09.30.22 02daaaea
Whatsapp Image 2024 01 15 At 09.30.22 02daaaea

Komitmen RSUD Depati Bahrin dalam Transformasi Kesehatan

RSUD Depati Bahrin, yang berada di Sungailiat, Bangka Belitung, telah menjalankan komitmennya untuk mendukung transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Transformasi ini dilakukan di tingkat fasilitas kesehatan (Faskes) seperti rumah sakit dan mencakup beberapa program utama, termasuk kanker, jantung, stroke, urologi-nefrologi serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).

Direktur RSUD Depati Bahrin, dr Yogi Yamani, menjelaskan bahwa transformasi kesehatan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan tren penyakit yang terjadi di masyarakat. “Tren penyakit di Indonesia sudah berubah dari penyakit infeksi ke penyakit metabolisme atau penyakit katastropik,” ujarnya.

Pada era 1970-an hingga 1990-an, penyakit-penyakit seperti malaria, tipes, hepatitis, dan TBC masih menjadi ancaman utama. Namun, seiring waktu, kondisi tersebut mulai bergeser ke penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke, urologi-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak.

Untuk mensukseskan program tersebut, Kemenkes RI telah mempersiapkan berbagai aspek, termasuk alat kesehatan (alkes), sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM). Kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan rumah sakit juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Adapun SDM seperti dokter spesialis, subspesialis, dan tenaga keperawatan yang memerlukan pelatihan khusus telah disiapkan. Sementara itu, alat kesehatan disediakan langsung oleh Kemenkes RI.

Peralatan Kesehatan yang Siap Diterima

RSUD Depati Bahrin ditetapkan sebagai rumah sakit pelaksana program KJSU-KIA di level madya. Berbagai peralatan kesehatan yang telah dipetakan kebutuhannya sejak tahun 2024 akan ditempatkan di rumah sakit tersebut pada tahun 2026.

Salah satu alat yang sedang disiapkan adalah cath lab atau laboratorium kateterisasi. Alat ini digunakan untuk diagnosis dan pengobatan penyakit kanker, jantung, dan stroke. Misalnya, bagi pasien yang mengalami serangan jantung mendadak, cath lab dapat digunakan untuk memasang ring yang membantu menyelamatkan nyawa sebelum operasi bypass dilakukan.

Begitu pula bagi pasien stroke dengan penyumbatan pembuluh darah otak, cath lab bisa digunakan untuk memasang ring agar aliran darah kembali lancar. Hal ini dapat mencegah kelumpuhan dan kematian.

Selain itu, cath lab juga dapat digunakan untuk tindakan radio intervensi, yaitu pencucian atau pembersihan otak untuk memperbaiki aliran darah. Dokter jantung, radiologi, dan saraf dapat menggunakan alat ini, termasuk dokter bedah jantung yang sudah ada di rumah sakit.

Pengembangan Fasilitas Lainnya

Selain cath lab, RSUD Depati Bahrin juga akan menerima alat CT Scan pada tahun ini untuk menunjang program KJSU-KIA. Kedua alat ini diharapkan dapat diuji fungsi dan digunakan pada pertengahan tahun ini.

Selain itu, rumah sakit juga sedang menyiapkan layanan kemoterapi untuk pengobatan kanker. Ruangan untuk peralatan dan handling obat-obatan kemoterapi telah disiapkan, namun masih menunggu alat dari Kemenkes RI.

Laboratorium Patologi Anatomi

RSUD Depati Bahrin juga sedang mempersiapkan laboratorium patologi anatomi untuk pemeriksaan pasien dengan berbagai kondisi, termasuk tumor. Pemeriksaan imunohistokimia (IHK) di laboratorium ini akan membantu menentukan apakah tumor ganas atau jinak.

Sebelumnya, pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium luar seperti RSUP Babel dan RS Siloam. Dengan adanya laboratorium ini, tidak perlu lagi merujuk ke luar, sehingga dapat mengurangi angka kesakitan, mencegah kematian, dan mengurangi rujukan ke luar Pulau Bangka.

Tujuan One Stop Service

Dengan berbagai pengembangan ini, RSUD Depati Bahrin berharap menjadi rumah sakit one stop service, di mana pasien tidak perlu dirujuk ke luar Pulau Bangka. Hal ini penting karena beban yang dialami pasien dan keluarganya sangat besar jika harus merujuk ke luar daerah.


Pos terkait