Dukung Konservasi Pantai, Pertamina EP Zona 7 Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Penanaman Bibit Pohon Mangrove Yang Dilaksanakans 1
Penanaman Bibit Pohon Mangrove Yang Dilaksanakans 1

Penyerahan 5.000 Bibit Mangrove untuk Konservasi Lingkungan di Cirebon

PT Pertamina EP Zona 7 baru-baru ini menyerahkan sebanyak 5.000 bibit mangrove kepada masyarakat Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Penyerahan tersebut dilakukan pada Jumat, (27/2/2026), sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga dan memperkuat konservasi lingkungan di kawasan pesisir.

Penyerahan bibit mangrove dilakukan oleh Head of Communication Relations & CID PT Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, kepada Kelompok Panglaot yang diterima langsung oleh Tengku Fahrudin selaku ketua kelompok. Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Gunungjati H. Abdul Ajid, Danramil Gunungjati Kapten Inf Suharyoto, Kapolsek Gunungjati AKP Komarudin, serta perwakilan pemerintah desa.

Program Konservasi Berkelanjutan

Pertamina EP Zona 7 menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelestarian lingkungan melalui program konservasi hutan mangrove. Upaya tersebut mencakup berbagai aspek seperti penanganan perubahan iklim, pengelolaan sampah, hingga perlindungan keanekaragaman hayati. Dengan adanya program ini, diharapkan kawasan mangrove di Pantai Desa Jadimulya dapat berkembang menjadi wisata edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Selain itu, kawasan tersebut ditargetkan masuk dalam muatan lokal di tingkat SD dan SMP. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjadi laboratorium penelitian tanaman mangrove. Saat ini, tercatat sudah ada 30 spesies mangrove yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengembangan Kawasan Mangrove

Sebagai langkah pengembangan, Pertamina EP Zona 7 dan Muspika Kecamatan Gunungjati tengah memetakan akses jalan menuju kawasan mangrove agar lebih nyaman dilalui. Selain itu, dilakukan pemetaan menggunakan pengambilan gambar udara melalui drone untuk mengevaluasi dan menentukan rencana pengembangan ke depan. Tujuan utamanya adalah agar kawasan tersebut memiliki daya tarik rekreasi yang lebih besar.

Pertamina EP Zona 7 juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan berkontribusi langsung dalam menyukseskan program konservasi pantai melalui penanaman mangrove. Hal itu sejalan dengan jargon Jawara (Jaga Wana Rahayu).

Perkembangan Kawasan Mangrove Jadimulya

Ketua Kelompok Panglaot, Teuku Fahrudin, menjelaskan bahwa mangrove Jadimulya mulai ditanam sejak 2010. Awalnya, kawasan tersebut merupakan tumpukan sampah. Namun berkat donasi bibit dari berbagai pihak, termasuk kontribusi Pertamina EP Zona 7 sebanyak 60 ribu bibit, kawasan itu kini berkembang menjadi hutan mangrove seluas 41 hektare.

“Dukungan yang diberikan oleh Pertamina EP Zona 7 dan dari berbagai sumber menjadikan di lokasi ini terkumpul jutaan bibit mangrove dari beragam jenis yang kini tumbuh besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tantangan dalam menanam mangrove antara lain rob, gelombang tinggi, serta sampah kiriman. Menurutnya, dari 1.000 bibit yang ditanam, rata-rata hanya sekitar 30 persen atau 300 bibit yang berhasil tumbuh. Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan Pertamina EP Zona 7 yang dinilai sejalan dengan gagasan konservasi yang telah dirintisnya sejak lama.

Apresiasi dari Pemerintah Setempat

Sementara itu, Camat Gunungjati Abdul Ajid menyampaikan apresiasi atas program konservasi lingkungan yang dilakukan Pertamina EP. Ia menyatakan, mangrove Jadimulya akan dijadikan program utama dalam konservasi lingkungan pantai dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Program tersebut, kata dia, akan diusulkan secara berjenjang melalui musrenbang agar menjadi prioritas pembangunan daerah, sejalan dengan visi Bupati Cirebon, Imron, yakni BERSAMA (Berbudaya, Sejahtera, Agamis, Maju, dan Aman).

Pos terkait