PT Dupoin Futures Indonesia (Dupoin) melihat tahun 2026 sebagai masa penting dalam proses transformasi teknologi. Perusahaan pialang berjangka ini memiliki rencana strategis untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Direktur Utama Dupoin Futures, Gunawan Herman, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku investor yang semakin bergantung pada platform digital saat melakukan transaksi. Hal ini mendorong Dupoin untuk fokus pada beberapa inisiatif utama seperti optimalisasi sistem perdagangan, peningkatan keamanan data, serta pengembangan fitur berbasis teknologi.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
Pengembangan AI-Driven Insights untuk meningkatkan presisi analisis pasar
Sistem eksekusi berkecepatan tinggi
Penguatan keamanan melalui Automated KYC* dan perlindungan digital terintegrasi
Gunawan menegaskan bahwa tujuan utama dari transformasi ini adalah menciptakan sistem yang efisien, aman, dan berbasis teknologi, sambil tetap mematuhi prinsip kepatuhan.
Selain fokus pada penguatan teknologi, Dupoin juga merancang program edukasi dan literasi perdagangan berjangka sepanjang tahun 2026. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan industri yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Perusahaan juga menekankan komitmennya dalam memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), serta pelaku industri. Hal ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan industri pialang berjangka yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Baru-baru ini, Dupoin menggelar acara Regulatory & Industry Roundtable 2026, yang menjadi ajang pertemuan antara manajemen perusahaan dengan regulator, SRO, pemerintah daerah, pelaku industri, serta mitra strategis.
Dari kalangan regulator dan SRO, hadir perwakilan dari:
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)
Bank Indonesia
Jakarta Futures Exchange (JFX)
Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
* Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO)
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Ima Siti Fatimah, memberikan apresiasi terhadap kinerja Dupoin. Menurutnya, sepanjang 2025, Bappebti aktif melakukan penilaian per triwulan terhadap pialang berjangka untuk mengukur kepatuhan dan kualitas tata kelola perusahaan.
Dupoin berhasil meraih Grade A+++ untuk periode JanuariāJuni 2025. Penilaian ini menjadi bentuk pengakuan dari regulator atas konsistensi kepatuhan dan tata kelola perusahaan.
Di sisi lain, Rudianto Setiawan, Kepala Anggota Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, berharap industri perdagangan berjangka terus berkembang dan mampu memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.





