Ekonomi Global Terguncang, Barang Lokal Tetap Aman dari Kenaikan Harga

File 20220422 14 Ppofs2 1
File 20220422 14 Ppofs2 1

Dampak Konflik Israel-Iran pada Perekonomian Global dan Lokal

Ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran kini menjadi sorotan global, dengan potensi dampak yang meluas terhadap stabilitas ekonomi dunia. Meskipun konflik ini tidak langsung menyentuh sektor barang lokal, berbagai indikator menunjukkan bahwa perang dapat memicu lonjakan biaya logistik, kenaikan harga komoditas, serta ketidakstabilan pasar keuangan.

Akademisi Universitas Andalas, Prof. Dr. Harif Amali Rivai, SE, MSi, menjelaskan bahwa konflik tersebut berpotensi mengganggu jalur perdagangan global, terutama jalur laut yang menjadi penghubung utama antar negara. Ia menilai bahwa distribusi barang lokal cenderung lebih stabil karena tidak melewati jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Potensi Kenaikan Harga Komoditas Impor

Harif menjelaskan bahwa jika konflik meluas, jalur distribusi global akan mengalami gangguan. Hal ini dapat memicu lonjakan biaya logistik dan keterlambatan pengiriman barang. Akibatnya, komoditas impor yang berasal dari luar negeri sangat mungkin mengalami kenaikan harga.

“Tentu barang-barang atau komoditi impor yang didatangkan dari luar akan terjadi lonjakan harga. Dengan adanya perang ini, kemungkinan akan ada peralihan distribusi jalur barang karena menghindari risiko dampak perang,” katanya.

Selain itu, penundaan distribusi secara global akan berpengaruh pada ketersediaan barang. Jika suplai menurun sementara permintaan tetap, harga dipastikan naik dan berdampak hingga ke tingkat lokal. Namun, ia menekankan bahwa komoditas lokal cenderung lebih stabil karena tidak bergantung pada jalur laut global.

Dampak pada Pasar Keuangan

Tidak hanya sektor riil, pasar keuangan juga dinilai rentan terdampak. Harif memprediksi bursa saham berpotensi mengalami tekanan akibat sentimen negatif global. Jika indeks saham turun, investor berisiko mengalami kerugian karena nilai portofolio yang dipegang menyusut.

“Jika terjadi penurunan, maka investor akan merasa rugi karena nilai saham yang dipegang itu turun. Harapannya kan naik, tentu itu mencerminkan ekonomi bagus jika indeks meningkat,” ujarnya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga dinilai sensitif terhadap gejolak geopolitik. Ketidakpastian global kerap mendorong investor menarik dana dari negara berkembang dan beralih ke aset yang lebih aman. Kemungkinan akan terjadi pelemahan mata uang karena stabilitas nilai tukar di Indonesia sangat sensitif dengan situasi geopolitik.

Perubahan Pola Investasi

Pelemahan rupiah akan berdampak langsung pada barang impor yang dibayar menggunakan dolar Amerika Serikat, termasuk produk teknologi yang selama ini banyak digunakan di dalam negeri. Di sisi lain, kondisi ketidakpastian global biasanya mendorong investor mengalihkan asetnya ke instrumen yang dinilai lebih aman, seperti logam mulia.

“Dengan nilai investasi atau saham yang turun, investor bisa saja beralih ke komoditi yang lebih berpotensi lebih baik, seperti logam mulia. Saat ini kita lihat logam mulia menjadi investasi yang aman dan menjanjikan, terbukti tingkat keuntungannya terus naik dalam satu tahun terakhir,” katanya.

Ia memperkirakan harga emas dan logam mulia lainnya berpotensi terus meningkat seiring meningkatnya permintaan sebagai safe haven asset. “Bisa saja harga logam mulia seperti emas akan terus naik, sehingga orientasi masyarakat beralih ke investasi tersebut,” pungkasnya.

Harapan untuk Penyelesaian Konflik

Meski demikian, Harif berharap konflik tidak berkepanjangan agar dampak terhadap perekonomian global maupun nasional dapat diminimalisasi. Ia menekankan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini masih dalam fase pemulihan dan mengejar target pertumbuhan.


Pos terkait