Pemikiran Kontroversial tentang Mohamed Salah dari Mantan Pemain Liverpool
Mohamed Salah, seorang pemain sepak bola yang kini menjadi bagian dari Liverpool, telah menjadi salah satu pesepak bola terbaik di Liga Inggris. Dari kehadirannya sejak 2017, ia membawa banyak gelar bagi klub dan juga mengukir rekor-rekor penting dalam sejarah sepak bola.
Salah diboyong oleh Liverpool dari AS Roma dengan harga 42 juta euro pada musim panas 2017. Investasi tersebut ternyata sangat berdampak positif. Selama masa kariernya bersama The Reds, Salah berhasil memenangkan dua gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, tiga gelar Piala Liga Inggris, dan satu Piala FA.
Selain itu, Salah juga menjadi salah satu penyerang terbaik di Liga Inggris. Ia mampu menempatkan namanya dalam daftar sejarah sebagai salah satu pemain terbaik. Salah berhasil meraih Sepatu Emas Premier League sebanyak empat kali, sejajar dengan Thierry Henry. Selain itu, ia juga sering memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Bulan Ini hingga tujuh kali.
Pencapaian luar biasa ini membuat Salah dianggap sebagai legenda oleh banyak orang. Namun, situasi berubah di musim 2025-2026. Salah, yang saat ini berusia 33 tahun, mengalami penurunan performa yang signifikan di bawah arahan pelatih Arne Slot.
Di Liga Inggris, Salah hanya mencetak 4 gol dari 20 pertandingan yang ia jalani. Secara keseluruhan, ia hanya mencatatkan 7 gol dari 29 pertandingan di semua ajang kompetitif. Hal ini membuatnya tidak lagi menjadi mesin gol seperti dulu.
Perubahan ini menarik perhatian mantan pemain Liverpool, Mark Kennedy. Ia kini menjadi seorang pandit sepak bola dan memberikan pendapat kontroversial tentang Salah. Kennedy menyatakan bahwa masa jayanya sudah berlalu dan ia tidak menyukai Salah saat ini.
“Saya akan berbicara hal yang kontroversial di sini,” ucap Kennedy, dikutip dari TalkSPORT.
“Ketika saya melihat statistik Salah tahun lalu, angka-angkanya benar-benar luar biasa.”
“Namun, setiap kali saya menonton Liverpool, saya tidak pernah suka dengan Salah.”
“Saya pikir kemampuan mempertahankan bola dia sangat, sangat buruk.”
“Dia sering kehilangan penguasaan bola, dan saya sudah sangat vokal saat berbicara dengan orang-orang tentang Salah tahun ini.”
“Saya adalah penggemar Liverpool, saya penggemar berat Salah, saya pikir dia luar biasa.”
“Akan tetapi, saya pikir dia sudah ketinggalan zaman,” pungkasnya.
Perubahan Performa yang Menjadi Sorotan
Performa Salah yang menurun menjadi sorotan utama. Di masa lalu, ia selalu menjadi ancaman besar bagi lawan. Namun, seiring dengan usia dan perubahan strategi tim, penampilannya kini tidak lagi secerdas dulu.
Beberapa faktor mungkin berkontribusi pada penurunan performa ini. Misalnya, perubahan taktik di bawah arahan pelatih baru, serta kompetisi yang semakin ketat di Liga Inggris. Namun, ini tidak menghilangkan fakta bahwa Salah masih merupakan salah satu pemain terbaik di dunia.
Meskipun demikian, pendapat Kennedy menunjukkan bahwa ada sebagian orang yang merasa bahwa Salah tidak lagi cocok dengan gaya permainan modern. Ini bisa menjadi bahan diskusi untuk menggambarkan dinamika sepak bola saat ini.
Kesimpulan
Mohamed Salah tetap menjadi ikon bagi Liverpool dan sepak bola dunia. Meski sedang mengalami fase penurunan, pencapaian dan kontribusinya tidak bisa dipandang remeh. Pendapat kontroversial dari Kennedy mungkin menjadi refleksi dari perubahan dalam perspektif publik terhadap pemain legendaris.





