Eks Presiden Iran Tewas dalam Serangan Israel

133071190 0d2659bd4634e8dbe99870911970de88b8d9c4f90 0 4032 29021000x720
133071190 0d2659bd4634e8dbe99870911970de88b8d9c4f90 0 4032 29021000x720

Kebangkitan Duka di Iran

Kabar duka kembali mengguncang Republik Islam Iran. Setelah laporan mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, media pemerintah Iran kini mengonfirmasi bahwa mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, juga tewas dalam serangan rudal Israel yang menyerang Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Pernyataan singkat dari otoritas setempat menyebutkan bahwa Ahmadinejad gugur bersama sejumlah rekan kerjanya. Media yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Mashreq News, melaporkan bahwa tiga pengawal setianya—Mehdi Mokhtari, Mostafa Azizi, dan Hassan Masjedi—ikut tewas dalam serangan yang menargetkan kantor Ahmadinejad di wilayah Teheran Timur tersebut.

Detik-Detik Serangan di Kawasan Narmak

Laporan intelijen menyebutkan bahwa sebuah rudal presisi jatuh di daerah Narmak, lokasi yang berdekatan dengan kediaman pribadi Ahmadinejad. Video yang beredar luas di platform digital menunjukkan kerusakan parah pada struktur bangunan di lokasi kejadian.

Mahmoud Ahmadinejad dikenal sebagai sosok populer yang memimpin Iran selama dua periode (2005–2013). Meski dalam beberapa tahun terakhir ia menjaga jarak politik dengan mendiang Ali Khamenei, sosoknya tetap dianggap sebagai simbol ketahanan ekonomi Iran di tengah sanksi Barat.

Presiden Prabowo Subianto Siap Jadi Juru Damai

Di tengah eskalasi yang kian tak terkendali, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengambil langkah diplomatik besar. Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk bertolak ke Teheran guna menjadi mediator atau juru damai antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk melakukan mediasi secara langsung,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (28/2/2026).

Respons Kedutaan Besar Iran di Jakarta

Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyambut baik tawaran mediasi dari Presiden Prabowo. Dalam pernyataan resminya pada Minggu (1/3/2026), pihak Kedubes menyampaikan apresiasi mendalam namun juga mendesak Indonesia mengambil sikap tegas.

“Kami mengapresiasi kesiapan Presiden RI, namun kami juga menekankan pentingnya sikap tegas pejabat Indonesia untuk mengutuk agresi serta kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” tulis pernyataan resmi Kedubes Iran.

Dampak Korban Sipil yang Mengerikan

Serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 tidak hanya menyasar elit politik dan militer. Organisasi pemantau hak asasi manusia, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan dampak mengerikan pada warga sipil:

  • Korban Tewas: Sedikitnya 133 warga sipil terkonfirmasi meninggal dunia.
  • Korban Luka: Lebih dari 200 orang dilarikan ke rumah sakit.
  • Total Korban: HRANA mencatat setidaknya 333 total korban terdokumentasi di 18 provinsi Iran melalui 59 insiden serangan.

Selain kematian Ahmadinejad dan Ali Khamenei, perwira tinggi militer seperti Jenderal Seyyed Abdolrahim Mousavi juga dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan udara tersebut.


Pos terkait