Nilai Ekspor Sulawesi Selatan pada Januari 2026 Turun Signifikan
Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Januari 2026 mencapai 67,74 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 39,33 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebesar 111,66 juta dolar AS. Secara tahunan atau year on year, nilai ekspor juga mengalami penurunan sebesar 45,43 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 124,14 juta dolar AS.
Meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, beberapa komoditas unggulan masih memberikan kontribusi besar terhadap total ekspor daerah. Berikut adalah rincian komoditas yang menjadi penyumbang utama:
- Nikel tetap menjadi komoditas dengan nilai ekspor tertinggi pada Januari 2026, yaitu sebesar 18,10 juta dolar AS atau 26,72 persen dari total ekspor.
- Kakao berada di posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar 15,33 juta dolar AS atau 22,63 persen.
- Biji-bijian berminyak menyumbang 8,02 juta dolar AS atau 11,83 persen.
- Besi dan baja mencatatkan nilai ekspor sebesar 7,55 juta dolar AS atau 11,14 persen.
- Ikan dan udang turut berkontribusi sebesar 4,92 juta dolar AS atau 7,26 persen.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto, menjelaskan bahwa ekspor nikel mengalami penurunan tajam sebesar 73,97 persen jika dibandingkan dengan Desember 2025. Namun, ekspor kakao meningkat sebesar 48,78 persen dan ekspor besi serta baja melonjak 124,10 persen. Sementara itu, ekspor biji-bijian berminyak turun 3,69 persen dan ekspor ikan serta udang terkoreksi sebesar 10,22 persen.
Pasar Tujuan Ekspor Sulsel
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi pasar utama ekspor Sulsel dengan nilai mencapai 35,29 juta dolar AS atau 52,09 persen dari total ekspor. Jepang menempati posisi kedua dengan nilai 30,11 persen, disusul oleh Vietnam dengan 5,88 persen, Amerika Serikat 4,20 persen, dan Taiwan 3,26 persen.
Secara bulanan, ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 35,92 persen dibandingkan Desember 2025. Ekspor ke Vietnam juga melonjak signifikan sebesar 202,50 persen, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat naik 30,14 persen. Sebaliknya, ekspor ke Jepang turun tajam sebesar 72,01 persen dan ke Taiwan menurun 43,46 persen.
Pelabuhan Makassar sebagai Pusat Ekspor
Berdasarkan pelabuhan muat, ekspor Sulsel terbesar pada Januari 2026 dilakukan melalui Pelabuhan Makassar dengan nilai 45,51 juta dolar AS atau 67,18 persen dari total ekspor. Disusul oleh Pelabuhan Malili dengan kontribusi sebesar 26,72 persen.
Dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor melalui Pelabuhan Makassar meningkat sebesar 27,29 persen, sedangkan melalui Pelabuhan Malili turun 73,97 persen.





