Jakarta – Konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran memiliki dampak langsung terhadap harga emas dunia. Berdasarkan data dari Trading Economics, pada pukul 17.43 WIB, harga emas spot mengalami kenaikan sebesar 2,24% dalam sehari, mencapai US$5.396,20 per troy ons.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menyebutkan bahwa saat ini harga emas menjadi “bintang utama” di pasar keuangan global. Ia menjelaskan bahwa setiap kali terjadi konflik militer besar, investor cenderung melakukan pelarian modal ke emas secara masif.
Sutopo menilai bahwa selama situasi ketegangan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, emas akan terus mendapatkan dukungan dari “premi risiko perang”. Menurutnya, harga emas masih memiliki ruang untuk mencetak rekor harga baru pada semester pertama tahun 2026.
“Mayoritas analis kini menetapkan target di kisaran US$5.600 hingga US$6.000 per troy ons jika konflik di Timur Tengah tetap berlangsung atau bahkan meluas,” ujar Sutopo saat dihubungi pada Senin (2/3/2026).
Proyeksi serupa juga disampaikan oleh pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaib. Ia memproyeksikan bahwa harga emas akan mencapai US$6.000 per troy ons pada minggu ini.
“Kemungkinan dalam perdagangan logam mulia besok di kisaran Rp 3,2 jutaan per gram jika tren ini berlanjut,” kata Ibrahim.
Meskipun prospek harga emas terus meningkat, Sutopo tetap memperingatkan para investor untuk tetap waspada. Ia menyoroti adanya risiko harga turun sementara di pertengahan tahun, terutama jika situasi geopolitik membaik atau kebijakan suku bunga tidak sesuai harapan pasar.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Beberapa faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga emas antara lain:
-
Tingginya Ketegangan Geopolitik
Konflik antara negara-negara besar seperti Israel, AS, dan Iran menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan. Investor cenderung mencari aset yang aman seperti emas untuk melindungi portofolio mereka. -
Pergerakan Suku Bunga
Jika suku bunga naik, biaya pinjaman meningkat dan investasi di aset berisiko seperti saham bisa menjadi lebih mahal. Hal ini membuat emas semakin diminati sebagai alternatif investasi. -
Inflasi dan Stabilitas Ekonomi
Emas sering digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Jika inflasi meningkat, permintaan terhadap emas biasanya ikut naik.
Proyeksi Harga Emas ke Masa Depan
Berdasarkan analisis para ahli, harga emas diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan. Namun, ada kemungkinan fluktuasi yang harus diperhatikan oleh investor.
-
Target Harga Emas
Banyak analis memperkirakan bahwa harga emas akan mencapai kisaran US$5.600 hingga US$6.000 per troy ons dalam waktu dekat. -
Pengaruh Perubahan Situasi Politik
Jika konflik di kawasan Timur Tengah reda, maka permintaan terhadap emas bisa turun. Namun, jika situasi memburuk, harga emas bisa mencapai rekor baru. -
Dampak Ekonomi Global
Kondisi ekonomi global, termasuk kinerja pasar saham dan tingkat inflasi, juga akan memengaruhi harga emas.
Tips untuk Investor
Bagi para investor yang ingin mempertimbangkan emas sebagai aset, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
-
Jangan Terlalu Terpengaruh oleh Spekulasi
Meski proyeksi harga emas positif, penting untuk tetap menganalisis situasi secara objektif dan tidak terjebak pada spekulasi semata. -
Pertimbangkan Diversifikasi Portofolio
Emas bisa menjadi bagian dari portofolio investasi yang seimbang. Namun, jangan mengandalkannya sepenuhnya. -
Ikuti Perkembangan Pasar Secara Berkala
Perubahan kondisi politik, ekonomi, dan kebijakan moneter bisa memengaruhi harga emas. Investor perlu terus memantau perkembangan tersebut.
Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga emas dan tetap waspada terhadap perubahan situasi, investor dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola aset mereka.





