Tren Harga Emas yang Terus Meningkat
Harga emas terus mengalami peningkatan signifikan, dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Situasi ini menyebabkan banyak investor global beralih ke aset-aset yang dianggap aman, sekaligus memicu pertanyaan tentang strategi investasi yang tepat ketika harga emas sudah mencapai level tinggi.
Analis Komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa lonjakan harga emas saat ini lebih didorong oleh faktor-faktor sentimen jangka pendek, seperti eskalasi konflik geopolitik. Meskipun sifatnya sementara, durasi dari konflik tersebut masih belum pasti, sehingga prospek emas tetap didukung oleh ketidakpastian global.
“Lonjakan emas saat ini murni dipicu oleh sentimen geopolitik di kawasan Timur Tengah. Meskipun bersifat sementara, kita tidak bisa memastikan seberapa lama konflik ini akan berlangsung, bahkan ada yang memprediksi bisa berlangsung cukup lama,” ujar Lukman dalam wawancaranya.
Dalam situasi seperti ini, Lukman menyarankan investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap menggunakan strategi dollar cost averaging. Strategi ini membantu mengurangi risiko pembelian di harga puncak dan memberikan keuntungan jangka panjang.
“Strategi yang paling sesuai adalah membeli emas secara bertahap pada beberapa level harga. Pendekatan akumulasi ini membantu investor mengelola volatilitas harga,” tambahnya.
Keputusan Profit Taking
Terkait aksi ambil untung atau profit taking, Lukman menilai bahwa keputusan untuk melakukan hal ini sangat bergantung pada tujuan awal investasi masing-masing investor. Bagi mereka yang membeli emas sebagai antisipasi risiko geopolitik, merealisasikan sebagian keuntungan dinilai wajar.
Namun, bagi investor yang menjadikan emas sebagai instrumen jangka panjang, langkah tersebut tidak selalu diperlukan. Jika tujuan investasi bersifat fundamental, seperti diversifikasi cadangan aset atau kekhawatiran terhadap mata uang fiat, maka tidak perlu terburu-buru melakukan profit taking.
Prospek Harga Emas
Dari sisi prospek, Lukman melihat bahwa harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan jika tensi geopolitik semakin memanas dalam jangka pendek. Ia memperkirakan bahwa harga emas berpotensi kembali mencetak rekor tertinggi di kisaran US$ 5.500 hingga US$ 5.600 jika konflik berkepanjangan. Sementara dalam jangka panjang, emas bahkan berpeluang menembus level US$ 6.000 atau lebih seiring tingginya ketidakpastian global.
Investor disarankan untuk tetap disiplin terhadap strategi dan profil risiko masing-masing, mengingat pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Dengan memahami kondisi pasar dan memilih strategi yang tepat, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan tanpa mengambil risiko yang berlebihan.





