Harga Emas Antam Melambung di Tengah Kenaikan Berkelanjutan
Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Jumat (20/2/2026) mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data dari situs logammulia.com, harga emas hari ini naik sebesar Rp28 ribu menjadi Rp2.944.000 per gram. Ini merupakan kenaikan ketiga berurutan dalam tiga hari terakhir.
Pada Kamis (19/2/2026), harga emas juga mengalami kenaikan sebesar Rp4 ribu, sehingga menjadi Rp2.916.000 per gram. Sementara itu, pada Rabu (18/2/2026), harga emas mengalami dua kali perubahan dalam sehari. Pagi hari, harga turun sebesar Rp40 ribu menjadi Rp2.878.000 per gram, namun pada malam hari kembali naik sebesar Rp34 ribu menjadi Rp2.912.000 per gram.
Harga Buyback Emas Juga Meningkat
Selain harga jual, harga buyback emas juga mengalami kenaikan pagi ini. Harga buyback emas saat ini mencapai Rp2.725.000 per gram, naik sebesar Rp31 ribu dibandingkan hari sebelumnya. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan oleh Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.
Daftar Harga Emas Batangan Antam
Berikut ini adalah daftar harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.522.000
- Harga emas 1 gram: Rp2.944.000
- Harga emas 2 gram: Rp5.838.000
- Harga emas 3 gram: Rp8.739.000
- Harga emas 5 gram: Rp14.535.000
- Harga emas 10 gram: Rp28.990.000
- Harga emas 25 gram: Rp72.310.000
- Harga emas 50 gram: Rp144.455.000
- Harga emas 100 gram: Rp288.760.000
- Harga emas 250 gram: Rp721.590.000
- Harga emas 500 gram: Rp1.442.900.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.884.600.000
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP, akan dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Emas Fisik sebagai Investasi Berisiko Rendah
Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, emas fisik merupakan salah satu instrumen investasi berisiko rendah. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi jika tidak disimpan dengan baik. Misalnya, emas bisa hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.
“Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri,” ujar Andy.
Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami bahwa instrumen investasi berisiko rendah biasanya memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, instrumen investasi dengan imbal hasil lebih besar biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi pula. Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi.





