Emas Palsu Jadi Pilihan Warga Lubuklinggau untuk Tampil Menarik, Harga Rp800 Ribu per Suku

Perhiasan Emas 1024x1024 1
Perhiasan Emas 1024x1024 1

Tren Perhiasan di Lubuklinggau: Perak Berlapis Emas Jadi Pilihan Alternatif

Di tengah naiknya harga emas yang terus mengalami peningkatan, masyarakat di Lubuklinggau mulai mencari alternatif perhiasan yang lebih terjangkau namun tetap menarik. Salah satu pilihan yang kini sedang diminati adalah perak berlapis emas. Perhiasan ini menawarkan tampilan yang mirip dengan emas 24 karat, tetapi dengan harga yang jauh lebih murah.

Susi Syamsir, pemilik toko Sinar Surya By Susi Syamsir, menjelaskan bahwa harga perak lapis emas yang dijualnya sekitar Rp800 ribu per suku. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan harga emas asli yang bisa mencapai hingga Rp18 juta. Menurut Susi, keberadaan perak lapis emas menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berhias tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Perak lapis emas ini sangat menjanjikan sebagai bisnis, karena banyak orang merasa ini (perak lapis emas) sangat bagus,” ujar Susi saat ditemui wartawan di Jalan Nias Belakang Bank BRI Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Senin (2/3/2026).

Menurut Susi, perak lapis emas yang ia jual memiliki kesamaan dengan emas asli dalam hal tampilan. Dengan sekilas melihat, seseorang akan sulit membedakan antara perak lapis emas dan emas 24 karat. Namun, harganya jauh lebih terjangkau.

“Persis seperti emas 24 karat tapi harganya murah, kalau ini harganya 1 suku hanya Rp. 800 ribu sementara bila emas asli mencapai Rp. 18 juta,” tambahnya.

Selain harganya yang terjangkau, perak lapis emas juga memiliki keunggulan lain. Susi menyebutkan bahwa barang ini tetap bisa dijual kembali dan dilengkapi dengan surat resmi dari toko. Hal ini membuat konsumen merasa aman dan yakin dalam membeli produk tersebut.

“Jadi ini merupakan solusi berhias sambil menabung,” ungkap Susi.

Toko Sinar Surya By Susi Syamsir berhasil berkembang pesat dalam waktu 7 bulan terakhir. Minat masyarakat yang tinggi terhadap perak lapis emas menjadi salah satu faktor utama keberhasilan bisnis ini. Bahkan, pelanggan tidak hanya berasal dari Lubuklinggau, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Palembang, Pali, dan Jakarta.

“Ada dari Palembang, Pali bahkan ada juga pelanggan dari Jakarta, kita melayani pembelian baik melalui online maupun offline,” ujarnya.

Selain itu, Susi juga menawarkan layanan pelapisan ulang jika warna perak lapis emas mengalami perubahan atau pudar. Konsumen hanya perlu membayar biaya sebesar Rp50 ribu untuk proses pelapisan ulang.

“Kalau misalkan ada perubahan masyarakat yang beli bisa datang ke tempat ini cukup bayar Rp.50 ribu,” jelas Susi.

Dengan adanya perak lapis emas, masyarakat kini memiliki opsi yang lebih terjangkau untuk berhias tanpa mengorbankan estetika. Tren ini juga menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap perhiasan yang praktis dan ekonomis semakin meningkat.


Pos terkait