Embung Weslic Kedungpring Tewaskan Bocah 8 Tahun

Dua Bocah Kakak Beradik Yang Ditemukan Tewas Di Embung Disemayamkan Di Rumah Duka Desa Nunkurus Kecamatan Kupang Timur Kabupat 169 1
Dua Bocah Kakak Beradik Yang Ditemukan Tewas Di Embung Disemayamkan Di Rumah Duka Desa Nunkurus Kecamatan Kupang Timur Kabupat 169 1

Kecelakaan Maut Bocah 8 Tahun di Embung Weslic

Seorang bocah berusia 8 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di embung Weslic, Dusun Banjaranyar, Desa Banjarejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (1/3/2026). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan menimpa Ahmad Burhanudin, yang merupakan warga Dusun Bendungan, RT 001/RW 005, Desa Banjarejo.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan para saksi, sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama dua temannya pergi ke embung Weslic yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Setibanya di lokasi, korban turun ke tepi embung dengan maksud untuk bermain air. Namun, diduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam embung yang memiliki kedalaman sekitar 4 meter.

Dua teman korban yang melihat kejadian tersebut tidak mampu memberikan pertolongan. Mereka kemudian berlari pulang untuk memberitahukan kepada orang tua korban bahwa Ahmad terpeleset dan jatuh ke embung.

Upaya Pencarian

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kedungpring bersama warga setempat segera mendatangi lokasi dan melakukan upaya pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan menggunakan alat jaring serta pompa air untuk membantu mempercepat pencarian di dalam embung.

Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih dua jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.40 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Penanganan Jenazah

Jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat dan pihak berwajib.

Kecelakaan Murni

Menurut Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, insiden tenggelamnya bocah ini murni karena kecelakaan terpeleset hingga korban tenggelam. Ia menekankan pentingnya kesadaran orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama saat bermain di area perairan yang berisiko membahayakan keselamatan.

Hamzaid menyatakan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Ia juga menegaskan bahwa curah hujan yang tinggi membuat kondisi lingkungan semakin rentan terhadap risiko kecelakaan.

Saran dan Edukasi

Kepolisian dan pihak desa akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya bermain di dekat perairan. Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Pihak berwajib juga akan memastikan adanya penjagaan di sekitar embung dan tempat-tempat yang rawan kecelakaan. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Peristiwa tragis ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keselamatan anak-anak. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di masa depan.


Pos terkait