Emiten bersinar saat Ramadan, AMRT hingga BUMI

Momentum Ramadan dan Dampaknya pada Pasar Modal

Ramadan kembali menjadi momen penting bagi pasar modal, dengan peningkatan aktivitas ibadah yang berdampak positif terhadap pergerakan saham. Tidak hanya sebagai bulan penuh keimanan, Ramadan juga menandai peningkatan konsumsi masyarakat yang berdampak langsung pada kinerja perusahaan, terutama di sektor ritel dan konsumsi.

Secara historis, permintaan terhadap makanan, minuman, kebutuhan harian, fesyen, hingga ritel modern meningkat selama Ramadan. Tahun ini, warga Muhammadiyah memulai puasa pada Rabu (18/2), sedangkan penganut Nahdlatul Ulama mulai menjalani puasa pada Kamis (19/2).

Ahmad Faris Mu’tashim, Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia, merekomendasikan beberapa saham yang layak diperhatikan selama periode tersebut. Salah satunya adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga Rp 328 atau potensi kenaikan sekitar 12%. Selain itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga dinilai menarik dengan target harga Rp 1.795 dan potensi upside sekitar 14%.

Saham Ritel dan Gaya Hidup Berpotensi Terdongkrak

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menyatakan bahwa Ramadan dan Lebaran sering dikaitkan dengan peningkatan konsumsi. Oleh karena itu, saham-saham berbasis tactical play di sektor ritel dan gaya hidup memiliki potensi untuk menguat.

Salah satu emiten yang diuntungkan adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Peningkatan belanja kebutuhan pokok dan parsel Lebaran melalui jaringan minimarket Alfamart yang tersebar hingga ke pelosok menjadi faktor pendorong utama. “Penjualan biasanya melonjak drastis di bulan Ramadan. AMRT memiliki keunggulan dari sisi kedekatan lokasi dengan konsumen,” ujar David.

Selain AMRT, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga dinilai berprospek cerah. Tradisi membeli pakaian baru serta meningkatnya aktivitas makan di luar selama Ramadan dan Lebaran menjadi katalis bagi emiten yang mengelola berbagai merek internasional tersebut. Penurunan suku bunga juga dinilai berpotensi meningkatkan daya beli segmen kelas menengah ke atas yang menjadi target pasar MAPI.

Saham yang Layak Dipertimbangkan

Emiten lain yang turut diuntungkan adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), seiring penggunaan tunjangan hari raya (THR) untuk pembelian gawai baru. Harga saham ERAA saat ini berada di kisaran Rp 434. Ekspansi gerai fisik serta peluncuran model smartphone terbaru menjadi pendorong kinerja perseroan. Mandiri Sekuritas juga memproyeksikan kinerja ERAA tetap kuat seiring meningkatnya permintaan selama periode musiman tersebut.

Dengan pola konsumsi yang meningkat setiap tahun, Ramadan dinilai tetap menjadi momentum strategis bagi investor untuk mencermati saham-saham yang berpotensi terdongkrak oleh belanja masyarakat.

Prediksi IHSG dan Strategi Investasi

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan skenario terbaik apabila indeks mampu bertahan di atas 8.172, IHSG masih berpeluang naik ke rentang 8.377–8.440. Namun, waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.098–8.155.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik. Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness sejumlah saham. Misalnya, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) disarankan akumulasi beli di rentang Rp 390–Rp 418 dengan target harga di Rp 458–Rp 494, serta stoploss di bawah Rp 362.

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.350–Rp 1.450 dengan target harga di Rp 1.595–Rp 1.720, serta stoploss di bawah Rp 1.245. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) disarankan speculative buy di level Rp 10.575–Rp 10.800 dengan target harga ke Rp 11.752–Rp 12.200.

Pos terkait