Empat Jenderal Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel, Pakpour Diganti Vahidi

589f49a0 486b 11f0 Bbaa 4bc03e0665b7 1
589f49a0 486b 11f0 Bbaa 4bc03e0665b7 1

Serangan AS-Israel Mengguncang Iran

Serangan besar yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) siang telah mengakibatkan kematian empat komandan senior militer Iran. Tidak hanya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga sejumlah pejabat penting negara tersebut turut menjadi korban dalam serangan ini.

Empat Jenderal Senior Iran yang Gugur

  1. Jenderal Abdolrahim Mousavi

    Jenderal Abdolrahim Mousavi adalah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran. Ia dikenal kerap melontarkan pernyataan keras terhadap AS. Jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran dimulai pada 13 Juni 2025, setelah menggantikan Mohammad Bagheri yang gugur akibat serangan Israel sebelumnya.

  2. Mayor Jenderal Mohammad Pakpour

    Mohammad Pakpour menjabat sebagai Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menggantikan Hossein Salami yang gugur dalam Perang Dua Belas Hari pada 13 Juni 2025. Selama karier militernya, ia pernah bertugas meredam pemberontakan Kurdi tahun 1979 dan Perang Iran-Irak yang berlangsung delapan tahun.

  3. Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh

    Aziz Nasirzadeh menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran. Ia dikenal sebagai veteran Perang Iran-Irak dan lulus sebagai pilot F-14 bersertifikat, meskipun tidak pernah terlibat dalam pertempuran. Ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan Iran pada Agustus 2024. Nasirzadeh sempat dikabarkan gugur dalam serangan Israel pada Juni 2025, namun akhirnya dikonfirmasi tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026.

  4. Ali Shamkhani

    Ali Shamkhani merupakan Perwakilan Pemimpin di Dewan Pertahanan Tertinggi Iran. Ia seorang perwira angkatan laut sekaligus politikus Iran yang pernah menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dari 2013 hingga 2023. Sebelumnya, ia menjabat sebagai komandan Angkatan Laut IRGC dan Angkatan Laut Republik Islam Iran. Shamkhani juga aktif dalam negosiasi Iran–Amerika Serikat dan sering menjadi sasaran serangan Israel-AS.

Jenderal Vahidi Jadi Komandan Baru IRGC

Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi diangkat sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menggantikan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour yang gugur dalam agresi Israel-Amerika terhadap Iran. Vahidi adalah seorang panglima militer Iran dari Garda Revolusioner. Pada 1988, ia pernah menjadi pasukan khusus luar wilayah, Pasukan Quds. Ia juga pernah menjabat sebagai menteri pertahanan di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad pada 2009-2013.

AS Bakar Hati Bangsa Iran

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memberikan peringatan untuk AS dan Israel. Ia menyatakan bahwa AS dan Israel telah membakar hati bangsa Iran dengan membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Untuk itu, ia bersumpah Iran akan segera memberikan balasan terhadap AS dan Israel. “Membakar hati mereka sebagai balasannya,” ujar Larijani.

Larijani memperingatkan AS dan Israel. “Amerika harus tahu bahwa mereka telah menusuk jantung bangsa Iran dengan belati; oleh karena itu, jantung mereka akan ditusuk dengan belati,” ujarnya. Iran memastikan akan memberikan balasan untuk AS dan Israel. “Iran tidak menginginkan perang, tetapi jika perang dipaksakan kepada kami, kami tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja. Ini adalah kali kedua kami diserang di meja perundingan,” kata Larijani.

Presiden Iran: Serangan Terhadap Umat Muslim

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, merupakan deklarasi perang terbuka terhadap umat Muslim, khususnya Syiah. Pezeshkian menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi besar yang mengguncang dunia Islam. “Peristiwa tragis ini adalah ujian terbesar yang dihadapi dunia Islam saat ini,” tulis Pezeshkian dalam pernyataan belasungkawanya atas wafatnya Khamenei.

Pezeshkian menganggap, serangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Iran sebagai sebuah negara, tetapi juga sebagai serangan terhadap simbol dan kepemimpinan umat Islam, terutama kalangan Syiah.




Pos terkait