Serangan Militer AS dan Israel ke Iran: Dukungan dari Beberapa Negara
Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2/2026) menimbulkan reaksi internasional. Operasi tersebut, yang diberi nama Operasi Tempur Besar, mencakup serangan ke sejumlah kota di Iran, termasuk Ibu Kota Teheran. Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang berlangsung selama berminggu-minggu, terutama terkait program nuklir dan rudal balistik Iran.
Menurut laporan media Bulan Sabit Merah Iran, sedikitnya 201 orang tewas dan 747 luka-luka dalam serangan tersebut. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tujuan operasi militer AS adalah untuk menghancurkan rudal Iran dan melumpuhkan industri rudal negara tersebut. Ia menilai operasi ini sebagai serangan masif yang masih berlangsung, dengan tujuan menghilangkan ancaman dari pemerintah Iran.
Negara-Negara yang Mendukung Serangan AS-Israel ke Iran
Beberapa negara memberikan dukungan terhadap tindakan AS dan Israel terhadap Iran. Berikut adalah daftar negara-negara tersebut:
1. Amerika Serikat
Pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Sabtu, Duta Besar AS Mike Waltz menyatakan bahwa serangan AS-Israel ke Iran memiliki tujuan spesifik dan strategis. Ia menjelaskan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan rudal yang mengancam sekutu dan melemahkan aset angkatan laut yang digunakan untuk mengacaukan perairan internasional. “Serangan itu juga untuk mengganggu mekanisme yang mempersenjatai milisi proksi dan untuk memastikan rezim Iran tidak akan pernah dapat mengancam dunia dengan senjata nuklir,” kata Walts.
2. Israel
Duta Besar Israel Danny Dannon setuju dengan pernyataan AS. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghentikan ancaman terhadap Israel dan menjaga stabilitas global. “Israel bersama dengan Amerika Serikat bertindak untuk menghentikan ancaman eksistensial terhadap sekutu kami, dan stabilitas global,” ujar Donnan. Ia menambahkan bahwa ketika sebuah rezim meneriakkan ‘matilah Israel’, ‘matilah Amerika’, mereka menanggapinya dengan serius.
3. Australia
Australia menyatakan dukungannya terhadap tindakan AS terhadap Iran. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bahwa dukungan ini bertujuan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Meski begitu, Departemen Luar Negeri Australia (DFAT) tetap memperingatkan risiko serangan balasan dan eskalasi lebih lanjut di seluruh Timur Tengah setelah serangan tersebut.
Albanese juga menyoroti penindakan brutal rezim Iran terhadap rakyatnya sendiri, yang menyebabkan ribuan warga sipil Iran tewas. Ia menilai bahwa rezim yang mengandalkan penindasan dan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri untuk mempertahankan kekuasaan tidak memiliki legitimasi.
4. Kanada
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan dukungan Kanada terhadap tindakan AS. Ia menekankan bahwa AS bertindak untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan untuk mencegah rezimnya mengancam perdamaian dan keamanan internasional lebih lanjut. “Republik Islam Iran adalah sumber utama ketidakstabilan dan teror di seluruh Timur Tengah,” ujarnya. Ia menilai bahwa Iran memiliki salah satu catatan hak asasi manusia terburuk di dunia dan tidak boleh diizinkan untuk memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.





