JAKARTA – SKK Migas mengumumkan bahwa keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) untuk proyek gas Geng North dan Gendalo–Gendang akan segera ditandatangani dalam waktu dekat. Proyek yang memiliki nilai sekitar US$15 miliar ini akan dikerjakan oleh Eni SpA bekerja sama dengan Petronas.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan bahwa FID tersebut diharapkan selesai paling lambat pada Maret 2026. Setelah dokumen FID ditandatangani oleh para mitra, dokumen tersebut akan diajukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
“Mungkin bulan ini selesai. Atau tidak, mungkin Februari atau Maret,” ujar Djoko saat berada di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).
Investasi pengembangan lapangan gas lepas pantai Kalimantan Timur ini diperkirakan mencapai US$15 miliar atau setara dengan Rp 253 triliun. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Eni dan Petronas akan membentuk perusahaan patungan baru.
Sebelumnya, rencana pengembangan (plan of development/PoD) Geng North telah disetujui pemerintah pada tahun 2024, sekitar 10 bulan setelah penemuan cadangan gas di wilayah kerja North Ganal. Lapangan ini diperkirakan memiliki cadangan awal sebesar 5 triliun kaki kubik gas atau setara dengan 609 juta barel minyak.
Dengan skala tersebut, temuan Geng North tercatat sebagai salah satu dari tiga penemuan eksplorasi migas terbesar di dunia sepanjang 2023.
Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Proyek
Proyek ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam pengembangan energi nasional, tetapi juga memberikan peluang besar bagi industri migas Indonesia. Dengan keterlibatan perusahaan internasional seperti Eni dan Petronas, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi gas alam di Indonesia.
Beberapa tantangan yang mungkin dihadapi antara lain adalah perencanaan infrastruktur yang memadai, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Namun, proyek ini juga menawarkan peluang ekonomi yang signifikan, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah.
Manfaat Ekonomi dan Sosial
Pengembangan lapangan gas ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang luas. Salah satunya adalah peningkatan pasokan energi yang stabil, yang akan mendukung pertumbuhan industri dan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, proyek ini juga bisa menjadi contoh kerja sama yang baik antara perusahaan nasional dan internasional. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif jangka panjang.
Langkah Berikutnya
Setelah FID ditandatangani, langkah selanjutnya adalah persiapan teknis dan operasional. Ini termasuk pembangunan infrastruktur seperti pipa transportasi, fasilitas pengolahan, dan sistem distribusi.
Pemerintah juga akan terus memantau proses pengembangan proyek ini untuk memastikan bahwa semua standar keselamatan, lingkungan, dan regulasi dipenuhi.
Kesimpulan
Proyek gas Geng North dan Gendalo–Gendang merupakan langkah strategis dalam pengembangan sumber daya energi Indonesia. Dengan investasi besar dan keterlibatan perusahaan ternama, proyek ini diharapkan menjadi salah satu contoh sukses dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dengan penyelesaian FID dalam waktu dekat, proyek ini siap memasuki tahap implementasi yang akan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.





